Megadewa88portal,Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menutup pelarian panjang Dewi Astutik, buronan kelas kakap jaringan narkoba internasional. Dewi Astutik adalah otak penyelundupan sabu seberat dua ton senilai sekitar Rp 5 triliun. Operasi penangkapan ini melibatkan kerja sama lintas negara yang rahasia.
Peran Dewi Astutik sangat sentral dalam kejahatan ini. Ia di duga menjadi aktor utama jaringan Golden Triangle yang beroperasi ke Asia Tenggara. Penangkapan Dewi Astutik, yang juga di kenal dengan nama alias Paryatin, di lakukan di Sihanoukville, Kamboja.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus sabu dua ton pada Mei 2025 di Kepulauan Riau. Setelah pengungkapan tersebut, maka dari itu Dewi Astutik di tetapkan sebagai DPO. Namanya bahkan masuk dalam Red Notice Interpol secara resmi.
Detik-Detik Operasi Senyap BNN dan Pemanfaatan Identitas Palsu
Kronologi penangkapan ini di mulai sejak pertengahan November 2025. Pada tanggal 17 November 2025, Kedeputian Berantas BNN RI menerima informasi intelijen, oleh karena itu Informasi tersebut menyebutkan keberadaan Dewi di wilayah Phnom Penh, Kamboja.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto segera membentuk tim gabungan yang sigap, oleh karena itu Tim ini di berangkatkan ke Kamboja pada 25 November 2025 untuk memulai pengejaran. Tim BNN tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025.
Tim gabungan segera berkoordinasi dengan KBRI dan Kepolisian Kamboja untuk operasi penangkapan senyap. Penangkapan di lakukan pada Senin, 1 Desember 2025, pukul 13.39 waktu setempat. Penangkapan terjadi di area lobi sebuah hotel di Sihanoukville.
Baca Juga : Korban banjir–longsor Sumatra: 753 tewas, 650 hilang
Dewi Astutik terdeteksi berada di dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih. Ia langsung diamankan bersama seorang laki-laki yang mendampinginya. Saat di tangkap, Dewi diketahui menggunakan nama adiknya. Ia berprofesi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
BNN menegaskan. Penangkapan gembong narkoba ini berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika. Dewi kini telah dibawa ke Indonesia, sehingga Ia akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap seluruh jaringan logistik dan pendanaan.

Tinggalkan Balasan