Megadewa88portal,Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, kembali menegaskan posisi tegas pemerintah. Ia menyatakan sangat penting untuk mensterilkan pasar lokal dari dominasi produk impor. Langkah ini di ambil demi melindungi dan memperkuat daya saing pelaku UMKM dalam negeri.

Maman Abdurrahman menilai bahwa keberlangsungan usaha kecil mustahil tercapai. Mustahil jika pasar domestik masih di banjiri barang-barang dari luar negeri. Ini terutama barang yang masuk secara ilegal atau tanpa standar.

menteri UMKM

Pernyataan ini di sampaikan saat beliau menjadi pembicara kunci pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN 2025. Fokus utamanya adalah pada sektor-sektor yang paling terdampak. Sektor tersebut seperti industri fesyen, di mana produk impor telah menekan ruang gerak UMKM.

Ancaman Baju Bekas Ilegal dan Produk White Label Murah

Menteri Maman menyoroti data yang mengkhawatirkan di sektor fesyen. Impor baju bekas ilegal telah melonjak signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Angka impor baju bekas ilegal bahkan mencapai ribuan ton pada tahun 2024.

Hingga Agustus 2025 saja, 1.800 ton baju bekas telah membanjiri pasar domestik. Selain itu, peredaran pakaian white label dari luar negeri juga menjadi ancaman nyata. Produk ini di produksi massal dengan harga sangat murah. Ini sangat merugikan industri nasional.

Produk white label sulit di lacak. Ini juga masuk tanpa pengawasan standar yang memadai. Maman menegaskan. “Sekuat apa pun akses pembiayaan, sehebat apa pun pelatihan, selama pasar belum disterilisasi, UMKM tidak mungkin bisa bertahan.”

Baca Juga : Optimis! Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,7% di Q4

Konsistensi dalam menutup jalur hulu impor ilegal menjadi kunci. Pemerintah berkomitmen untuk bekerja sama lintas kementerian. Tujuannya adalah menderegulasi aturan impor yang ada. Ini agar UMKM betul-betul bisa menjadi pemain utama di negaranya sendiri.

Kebijakan ini juga bertujuan mengembalikan etos, di mana produk lokal seharusnya menjadi tuan rumah. Langkah sterilisasi ini akan di lakukan secara bertahap. Larangan impor barang bekas ilegal tetap menjadi prioritas utama penindakan. Setelah pasar bersih, pemerintah akan membanjiri pasar domestik dengan produk UMKM lokal berkualitas.