
Megadewa88 portal.com – PT Pertamina (Persero) memastikan kapal tanker Pertamina Pride berhasil melewati Selat Hormuz setelah tertahan selama empat bulan di kawasan Teluk Arab. Keberhasilan ini menjadi langkah penting bagi kelancaran distribusi energi Indonesia.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran minyak yang sangat strategis. Banyak negara bergantung pada jalur tersebut untuk mengangkut energi dari kawasan Timur Tengah menuju berbagai wilayah dunia.
Kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB. Kapal tersebut kemudian melewati kawasan kritis dan keluar dari Selat Hormuz pada Rabu (8/7/2026) pukul 00.15 WIB.
Pertamina Pastikan Perjalanan Kapal Berjalan Aman
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan pelayaran Pertamina Pride terjadi berkat koordinasi berbagai pihak. Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Teheran, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Menurut Baron, koordinasi tersebut membantu kapal Pertamina keluar dari kawasan Teluk Arab dengan aman. Sebelumnya, kapal tanker Gamsunoro juga berhasil melewati Selat Hormuz pada 24 Juni 2026.
“Pertamina berterima kasih atas dukungan penuh Kementerian Luar Negeri dan KBRI Teheran. Kerja sama ini membuat Kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat keluar dari kawasan Teluk Arab,” ujar Baron.
Pertamina memantau perjalanan kapal selama 24 jam. Awak kapal terus berkomunikasi dengan tim darat di PT Pertamina International Shipping untuk menjaga keamanan pelayaran.
Baron memastikan seluruh kru Pertamina Pride dalam kondisi aman. Kapal tersebut juga melanjutkan perjalanan menuju Indonesia sesuai rencana.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir, Trump Buka Konflik Baru
Pertamina Pride Angkut Dua Juta Barel Minyak Mentah
Kapal tanker Pertamina Pride membawa sekitar dua juta barel minyak mentah. Kapal itu kini bergerak menuju Kilang Cilacap dan memperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.
Pengiriman minyak mentah melalui jalur internasional menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan energi nasional. Karena itu, keamanan jalur pelayaran menjadi perhatian utama Pertamina.
Keberhasilan Pertamina Pride melewati Selat Hormuz juga memberikan kepastian bagi operasional kilang dan kebutuhan energi dalam negeri.
Kapal Malaysia Sebelumnya Juga Melewati Selat Hormuz
Sebelum Pertamina Pride, kapal tanker Ocean Thunder yang membawa minyak mentah dari Irak juga berhasil melewati Selat Hormuz menuju Johor, Malaysia.
Kapal tersebut membawa sekitar satu juta barel minyak mentah Basrah Heavy. Data maritim menunjukkan kapal itu memiliki hubungan dengan perusahaan Malaysia, termasuk Petronas, Vantris Energy, dan MISC.
Pelayaran Ocean Thunder menunjukkan bahwa jalur Selat Hormuz masih dapat digunakan oleh kapal tertentu melalui proses komunikasi diplomatik.
Diplomasi Membuka Akses Jalur Energi Internasional
Pemerintah Malaysia sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian setelah kapal tanker minyak negaranya mendapatkan izin melintasi Selat Hormuz.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke menyebut hubungan diplomatik yang baik dengan Iran membantu kelancaran pelayaran kapal Malaysia.
Selain Malaysia, Filipina juga melakukan komunikasi dengan Iran untuk menjamin keamanan kapal berbendera negaranya. Kesepakatan tersebut membantu menjaga pasokan energi dan kebutuhan industri Filipina.
Filipina sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Kondisi itu membuat keamanan jalur energi menjadi isu penting bagi pemerintah negara tersebut.
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz tidak sepenuhnya tertutup. Namun, Iran membatasi pelayaran kapal yang memiliki keterkaitan dengan pihak tertentu dalam konflik kawasan.
Iran tetap memberikan izin bagi kapal dari beberapa negara yang melakukan komunikasi diplomatik. Langkah tersebut menunjukkan pentingnya hubungan antarnegara dalam menjaga perdagangan energi.
Pakistan dan India juga melakukan pembicaraan dengan Iran terkait keamanan pelayaran. Kedua negara berharap jalur Selat Hormuz tetap mendukung aktivitas perdagangan internasional.
Selat Hormuz Jadi Jalur Penting Perdagangan Minyak Dunia
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia. Kawasan tersebut menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global.
Setiap gangguan di wilayah ini dapat memengaruhi distribusi minyak dan harga energi internasional. Oleh karena itu, keamanan pelayaran di Selat Hormuz menjadi perhatian banyak negara.
Keberhasilan Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz menunjukkan peran penting diplomasi dan koordinasi dalam menjaga kelancaran pasokan energi Indonesia.

Tinggalkan Balasan