
Megadewa88 portal.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran telah berakhir. Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melancarkan serangan satu sama lain.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut menjelang KTT NATO di Turki. Ia mengatakan para perunding masih dapat membuka jalur dialog jika kedua pihak menginginkannya. Namun, ia menilai pembicaraan tersebut tidak lagi memberikan banyak manfaat.
“Saya pikir ini sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi,” ujar Trump.
Trump menilai pemerintah Iran telah memberikan pernyataan yang berbeda setelah kesepakatan tercapai. Menurutnya, sikap tersebut membuat proses diplomasi semakin sulit.
Serangan di Selat Hormuz Picu Ketegangan Baru
Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah tiga kapal tanker minyak mengalami serangan di kawasan Selat Hormuz. Jalur laut tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan militernya menyerang lebih dari 80 target terkait Iran. Serangan itu juga menyasar puluhan kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Militer Amerika Serikat menyerang sejumlah wilayah pesisir Iran. Beberapa lokasi yang terdampak berada di Bandar Abbas dan Sirik.
Media pemerintah Iran melaporkan beberapa warga mengalami luka akibat serpihan ledakan. Pemerintah Iran kemudian menyatakan akan memberikan respons atas serangan tersebut.
Baca Juga: Ledakan Pulau Kharg Iran, Konflik AS-Iran Memanas
Iran Klaim AS Melanggar Nota Kesepahaman
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Amerika Serikat melanggar nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Menurut Araghchi, serangan militer AS telah merusak sejumlah bagian penting dalam kesepakatan penghentian perang. Ia juga menyebut kebijakan baru terkait sanksi minyak Iran memperburuk situasi.
Araghchi menegaskan Iran akan mempertahankan wilayah, kedaulatan, dan keamanan nasionalnya. Ia juga memperingatkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Pemerintah Iran mengatakan akan menyerang sumber serangan apabila pihak lain menyerang wilayahnya.
Ledakan Terjadi di Wilayah Bushehr
Media Iran melaporkan serangan baru terjadi di Kota Bushehr, wilayah barat daya negara tersebut. Kantor berita Mehr menyebut warga mendengar beberapa ledakan di sekitar wilayah itu.
Kantor berita Fars mengutip pejabat keamanan lokal yang menyebut proyektil menghantam dua fasilitas militer. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Dashti dan dekat Kota Choghadak.
Pejabat setempat mengatakan tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut. Sementara itu, laporan mengenai serangan terhadap Pulau Kharg masih belum terbukti.
Media Iran kemudian membantah laporan yang menyebut terminal ekspor minyak utama negara itu menjadi sasaran serangan.
Harga Minyak Dunia Mengalami Kenaikan
Ketegangan AS-Iran langsung memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3 persen hingga mencapai sekitar 76 dolar AS per barel.
Investor khawatir konflik tersebut dapat mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur ini membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Sebelumnya, harga minyak sempat stabil setelah kesepakatan gencatan senjata memberi harapan bagi pasar. Namun, serangan terbaru kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan energi global.
Negara Teluk Bereaksi Atas Serangan Iran
Sejumlah negara Teluk mengecam tindakan Iran setelah muncul laporan serangan terhadap fasilitas dan kapal di kawasan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut tindakan itu sebagai ancaman terhadap upaya diplomasi internasional. Kuwait juga menegaskan haknya untuk menjaga keamanan nasional.
Qatar menyatakan Iran bertanggung jawab atas dugaan serangan terhadap kapal Al-Rekayyat. Arab Saudi juga melaporkan kapal tanker Wadyan miliknya mengalami gangguan saat melintasi Selat Hormuz.
Bahrain Aktifkan Sirene Peringatan
Bahrain mengaktifkan sirene peringatan setelah Iran mengklaim menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di negara tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menggunakan rudal dan drone dalam operasi terhadap instalasi militer AS di Pelabuhan Salman.
Iran juga mengklaim menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Serangan tersebut menjadi respons atas operasi militer Amerika Serikat sebelumnya.
Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan informasi lengkap mengenai kerusakan maupun jumlah korban.
Kesepakatan AS-Iran Terancam Gagal
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni 2026. Kesepakatan itu bertujuan memperpanjang gencatan senjata dan menghentikan konflik.
MoU tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, rencana rekonstruksi Iran senilai 300 miliar dolar AS, serta penghentian berbagai sanksi terhadap Teheran.
Namun, kedua negara belum menyelesaikan pembahasan mengenai program nuklir Iran. Isu tersebut selama ini menjadi sumber utama perselisihan antara Washington dan Teheran.
Serangkaian serangan terbaru membuat masa depan kesepakatan tersebut kembali tidak pasti.
Selat Hormuz Menjadi Jalur Energi Dunia
Selat Hormuz memiliki posisi strategis bagi perdagangan energi internasional. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut. Negara seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Iran bergantung pada keamanan jalur ini.
Sebelum konflik meningkat, ribuan kapal melintasi Selat Hormuz setiap bulan. Namun, ancaman serangan membuat aktivitas pelayaran menurun.
Kini, keputusan Trump yang menyatakan gencatan senjata AS-Iran berakhir kembali meningkatkan risiko konflik lebih besar. Dunia internasional menunggu langkah berikutnya dari Washington dan Teheran.
- Amerika Serikat dan Iran
- berita internasional
- berita terbaru dunia
- donald trump
- gencatan senjata AS-Iran
- geopolitik dunia
- harga minyak dunia
- ketegangan Iran AS
- konflik AS Iran
- konflik Timur Tengah
- krisis energi dunia
- krisis Timur Tengah
- minyak global
- nato
- perang Iran
- Selat Hormuz
- serangan Amerika Serikat
- serangan Iran
- Timur Tengah terbaru
- trump

Tinggalkan Balasan