
Megadewa88portal.com – Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri menggelar penggeledahan di 12 lokasi pada Rabu (8/7/2026). Operasi tersebut mengungkap sejumlah temuan besar, mulai dari uang tunai bernilai puluhan miliar rupiah, brankas tersembunyi, hingga emas dengan nilai fantastis.
Polri menjalankan penggeledahan tersebut sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta dugaan suap yang berkaitan dengan proses pembayaran antara PT CBS dan PT KNI.
Polri Jelaskan Tujuan Penggeledahan 12 Lokasi
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon menjelaskan bahwa penyidik menjalankan penggeledahan berdasarkan dua laporan polisi yang saat ini masuk dalam tahap penyidikan.
“Penggeledahan ini terkait penyidikan dua laporan polisi tentang dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap,” ujar Victor.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidik mencari dan mengumpulkan berbagai barang bukti untuk memperkuat proses hukum.
Menurut Budi, seluruh tindakan penyidik mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan bertujuan mengungkap fakta dalam perkara tersebut.
Daftar 12 Lokasi yang Diperiksa Polisi
Polisi memeriksa sejumlah lokasi yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor. Berikut daftar lokasi yang menjadi sasaran penyidikan:
- Cafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.
- Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
- PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.
- Kantor pusat PT CBS, Penjaringan, Jakarta Utara.
- PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat.
- Rumah berinisial MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan.
- Rumah berinisial TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
- Kantor atau grup DMG/CP di Kuningan, Jakarta Selatan.
- PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
- Rumah berinisial DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.
- Apartemen milik perempuan berinisial MILDK di Pacific Place, Jakarta Selatan.
- Sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Penyidik Temukan Brankas Rahasia di Cafe de’Clan
Salah satu lokasi yang menarik perhatian publik berada di Cafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.
Penyidik menemukan sebuah ruangan tersembunyi di balik lemari kayu pada lantai dua bangunan yang digunakan sebagai kantor. Di dalam ruangan tersebut, polisi menemukan dua brankas, dokumen, koper, serta uang tunai berbagai mata uang asing.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menjelaskan bahwa polisi menyita sejumlah uang, yaitu:
- 3.130.000 dolar Singapura.
- 889.965 dolar Amerika Serikat.
- Rp259.159.000 dalam bentuk uang tunai.
Total nilai uang yang ditemukan di lokasi tersebut mencapai hampir Rp60 miliar setelah dilakukan konversi ke mata uang rupiah.
Selain uang tunai, polisi juga mengamankan dua brankas berukuran besar. Petugas menggunakan kendaraan taktis Brimob untuk membawa brankas tersebut karena bobotnya cukup berat.
Baca Juga: Gugatan UU MD3 ke MK, Minta Batas Jabatan DPR
Polisi Periksa Koin Money Changer dan Amankan Barang Bukti
Polisi juga memeriksa Koin Money Changer yang berada di samping Cafe de’Clan. Penyidik menduga tempat tersebut memiliki hubungan dengan perkara yang sedang mereka tangani.
Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan uang sekitar Rp7,2 miliar dalam 16 jenis mata uang asing serta 71 barang bukti lainnya.
Penyidik membawa seluruh barang bukti ke Mapolda Metro Jaya untuk proses pemeriksaan lanjutan. Polisi juga meminta keterangan dari tiga pegawai Cafe de’Clan yang berada di lokasi ketika penggeledahan berlangsung.
Rumah di Sentul Simpan Emas 74 Kilogram
Selain wilayah Jakarta, polisi juga memeriksa sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Penyidik menemukan brankas tersembunyi di balik panel kayu dinding rumah tersebut. Polisi menemukan uang dolar Singapura, dolar Amerika Serikat, serta emas dengan berat mencapai 74 kilogram dari dalam brankas.
Pihak kepolisian memperkirakan nilai keseluruhan uang dan emas tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.
Namun, penyidik masih mendalami asal-usul aset tersebut dan hubungan aset tersebut dengan perkara yang sedang berjalan.
Penjagaan TNI di Rumah Dinas Jampidsus Menjadi Sorotan
Di tengah proses penggeledahan, perhatian publik juga tertuju pada penjagaan personel TNI bersenjata di rumah dinas Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sekitar 20 personel TNI terlihat menjaga area depan rumah dinas tersebut. Beberapa kendaraan dinas TNI juga berada di sekitar lokasi.
Kehadiran aparat tersebut sempat memengaruhi lalu lintas karena petugas menutup akses menuju Jalan Radio V pada malam hari.
Hingga kini, pihak TNI belum menyampaikan alasan resmi mengenai penempatan personel di lokasi tersebut.
Polisi Tegaskan Tidak Mengaitkan Cafe de’Clan dengan Jampidsus
Sebelumnya, muncul informasi yang menghubungkan Cafe de’Clan dengan Jampidsus Febrie Adriansyah. Namun, kepolisian menegaskan bahwa penyidikan tidak berdasarkan informasi tersebut.
Kombes Pol Budi Hermanto meminta masyarakat menghormati proses hukum dan tidak membuat kesimpulan sebelum penyidik menyelesaikan pemeriksaan.
“Kami tetap menggunakan asas praduga tak bersalah. Jika ada pihak yang mengaitkan hal tersebut, itu bukan pernyataan resmi dari kepolisian,” ujar Budi.
Polri juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menghambat proses penyidikan karena tindakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
- barang bukti korupsi
- berita hukum terbaru
- berita nasional terbaru
- brankas tersembunyi
- Cafe de'Clan
- dugaan korupsi
- emas 74 kilogram
- Jakarta Selatan
- Jampidsus Febrie Adriansyah
- kasus korupsi terbaru
- kasus suap
- Koin Money Changer
- Kortas Tipidkor
- penggeledahan 12 lokasi
- Penggeledahan Polri
- penjagaan TNI
- penyidikan Polri
- Polda Metro Jaya
- polri
- rumah dinas Jampidsus
- Sentul Bogor
- tindak pidana pencucian uang
- TPPU
- uang dolar Amerika
- uang dolar Singapura
- uang miliaran rupiah

Tinggalkan Balasan