Megadewa88 portal,JAKARTA/NEW YORK – Pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya jaminan keamanan bagi Israel sebagai prasyarat bagi perdamaian abadi dan pengakuan kedaulatan Palestina, telah memicu reaksi signifikan dari berbagai pihak. Di antara sorotan tersebut, terdapat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Israel yang secara khusus menyoroti dan mengaitkan posisi terbaru Indonesia ini dengan potensi keterlibatan Jakarta dalam inisiatif Abraham Accords.

Pernyataan Presiden Prabowo, yang disampaikan dalam forum internasional bergengsi seperti Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini, menandai adanya nuansa diplomasi yang lebih pragmatis dari Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, terkait konflik berkepanjangan di Timur Tengah. LSM Israel tersebut, yang fokus pada isu hubungan luar negeri dan diplomasi di kawasan, memberikan perhatian khusus pada penekanan Prabowo bahwa pengakuan timbal balik—yakni pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat dan jaminan keamanan Israel—adalah kunci tunggal menuju solusi dua negara (two-state solution) yang berkelanjutan.

Implikasi Pernyataan terhadap Hubungan Diplomatik yang Sunyi

Sorotan dari LSM Israel ini menjadi relevan mengingat sejarah hubungan Indonesia dan Israel yang, meskipun tidak memiliki ikatan diplomatik formal, ditengarai telah terjalin melalui jalur-jalur backchannel dalam berbagai aspek, termasuk perdagangan, pariwisata, dan isu-isu keamanan non-formal. LSM tersebut melihat penegasan Prabowo mengenai jaminan keamanan Israel sebagai indikasi kesiapan politik yang lebih besar dari Jakarta untuk membuka lembaran baru dalam hubungan tersebut—meski dengan prasyarat yang jelas terkait kemerdekaan Palestina.

Keterkaitan dengan Abraham Accords muncul karena inisiatif yang dimediasi oleh Amerika Serikat ini telah berhasil menormalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab dan mayoritas Muslim lainnya. Dalam konteks ini, LSM tersebut memandang Indonesia sebagai crown jewel yang sangat strategis. Mereka menilai bahwa posisi Indonesia, yang secara tradisional sangat vokal mendukung Palestina, kini mulai menawarkan pendekatan yang lebih berimbang di mata komunitas internasional, sebuah perubahan narasi yang dapat memberikan momentum baru bagi upaya normalisasi yang lebih luas.

Menjaga Keseimbangan Diplomasi dan Sentimen Domestik

Presiden Prabowo sendiri, dalam berbagai kesempatan, secara konsisten menekankan bahwa posisi Indonesia tidak berubah: dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi mandat konstitusional dan prioritas utama. Namun, penambahan klausul eksplisit mengenai jaminan keamanan bagi Israel dinilai sebagai upaya untuk menempatkan Indonesia sebagai mediator yang realistis dan kredibel di kancah global.

Baca Juga: Aksi Demo Besar Gen Z Peru Diwarnai Bendera One Piece

Meskipun diplomasi ini mendapat pujian sebagai langkah yang pragmatis dan berorientasi pada solusi di tingkat internasional, pernyataan tersebut berpotensi memicu sensitivitas di ranah domestik. Dukungan terhadap Palestina memiliki akar yang sangat dalam di masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo akan diawasi ketat oleh berbagai kelompok—termasuk LSM Israel yang memberikan perhatian—untuk melihat bagaimana pemerintah dapat menyeimbangkan ambisi diplomasi global untuk perdamaian dengan sentimen dan tuntutan politik di dalam negeri yang menentang segala bentuk normalisasi tanpa adanya kemerdekaan bagi Palestina terlebih dahulu.

Sikap yang diambil oleh Jakarta ini menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai pemain global, kini semakin ingin menegaskan bahwa perdamaian Timur Tengah tidak akan pernah tercapai melalui unilateralisme, melainkan melalui kesepakatan komprehensif yang menjamin hak kedaulatan Palestina sekaligus memberikan kepastian eksistensi yang aman bagi Israel.