Megadewa88portal,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahannya akan segera mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Hal ini di sampaikan langsung saat bertemu pimpinan serikat buruh di Istana Negara, yang meminta agar regulasi tersebut tidak lagi mandek di DPR.

Prabowo menegaskan, pemerintah bersama parlemen akan menjadikan RUU ini sebagai prioritas dalam waktu dekat. Janji itu di sambut positif oleh serikat buruh karena di anggap sebagai langkah nyata dalam memperkuat pemberantasan korupsi.

RUU Perampasan Aset dan Harapan Baru Pemberantasan Korupsi

Pertemuan antara Prabowo, KSPSI, dan KSPI pada awal September 2025 menghasilkan kesepahaman penting. Para buruh menekankan bahwa RUU Perampasan Aset bukan hanya soal hukum, melainkan juga berkaitan langsung dengan keadilan sosial dan kepastian pemulihan kerugian negara.

RUU ini di harapkan memberi ruang pembuktian terbalik. Di mana pejabat publik maupun pihak yang di duga korupsi harus membuktikan asal-usul kekayaannya. Mekanisme ini di anggap lebih cepat dan efektif untuk mengembalikan aset negara yang hilang akibat praktik korupsi.

Dukungan juga datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menilai regulasi ini sebagai instrumen vital. Menurut KPK, tanpa aturan perampasan aset, banyak hasil kejahatan negara sulit di pulihkan karena terkendala proses hukum yang panjang.

Selain itu, Transparency International Indonesia mengingatkan bahwa negara berpotensi kehilangan triliunan rupiah tiap tahun karena aset hasil kejahatan tidak bisa disita. Hal ini terjadi terutama ketika pelaku korupsi sudah meninggal, melarikan diri, atau tidak kunjung divonis.

Baca Juga : KPK Tegaskan Perkara Sudewo Tak Akan Berhenti, Warga Pati Diminta Sabar

Dengan adanya regulasi baru, peluang memperkuat sistem hukum dan menjaga keuangan negara bisa lebih nyata. Serikat buruh pun berkomitmen mendukung langkah pemerintah agar pembahasan RUU ini segera tuntas di DPR.