Megadewa88portal,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya para menteri untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan bawah yang sering terabaikan dalam kebijakan pemerintah. Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025, Prabowo mengingatkan bahwa kelompok ini perlu perhatian ekstra agar rantai kemiskinan dapat diputus secara efektif. Pesan ini disampaikan sebagai bentuk dorongan agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh rakyat, bukan sekadar angka statistik.

Fokus pada “Orang Tak Terlihat”

Prabowo menyebut kelompok masyarakat yang sering tidak terlihat sebagai “orang-orang yang tak terlihat”. Ia menekankan bahwa kebijakan pemerintah harus di rancang untuk meringankan beban mereka, bukan menambahnya. Presiden juga mengingatkan jajaran kabinet untuk tidak cepat berpuas diri meski angka kemiskinan dan pengangguran sempat mencatat rekor rendah dalam sejarah Indonesia.

Sebagai langkah konkret, Prabowo meminta para menteri turun ke lapangan. Mendengarkan langsung keluhan masyarakat, dan memastikan program yang di jalankan tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran negara untuk program yang langsung di rasakan manfaatnya oleh rakyat. Pendekatan ini di harapkan bisa mempercepat penurunan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial meluncurkan program “Sekolah Rakyat”, untuk meningkatkan akses pendidikan bagi kalangan bawah. Program ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga bantuan sosial, cek kesehatan, dan pelatihan keterampilan bagi keluarga siswa. Hingga Oktober 2025, hampir 16.000 siswa telah terdaftar, dengan target mencapai 300.000 siswa pada 2028. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan dan kesejahteraan merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto: Tegas, Cepat, dan Responsif Menjawab Tantangan Bangsa

Langkah-langkah yang di tempuh Presiden Prabowo menegaskan bahwa perhatian terhadap kalangan bawah menjadi prioritas utama. Dengan menekankan pendekatan langsung, program berbasis kebutuhan nyata, dan efisiensi anggaran, pemerintah berharap dapat menghadirkan perubahan yang terasa bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap kunjungan menteri ke lapangan di harapkan menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya.