Megadewa88portal,Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama atau yang lebih di kenal dengan Uya Kuya, akhirnya buka suara soal video diri nya joget-joget di gedung DPR yang viral di media sosial. Video tersebut memicu reaksi keras dari publik karena di anggap tidak pantas di lakukan di lingkungan parlemen. Melalui akun Instagram pribadinya, Uya Kuya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada masyarakat.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Uya Kuya menjelaskan bahwa joget tersebut terjadi saat ada penampilan musik dari mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang membawakan lagu Maumere. Ia menegaskan aksinya bukan bermaksud mengejek ataupun meremehkan situasi, melainkan bentuk spontanitas untuk menghargai penampilan tersebut. “Jika joget tersebut di anggap menyakiti hati rakyat, saya dengan tulus meminta maaf,” ucap Uya melalui unggahan videonya.
Lebih lanjut, ia menegaskan tidak ada niat politik maupun sindiran yang di sampaikan melalui aksinya. Uya menyebut bahwa dirinya hanya ingin mengapresiasi penampilan musik dengan cara sederhana. Ia berharap klarifikasi ini bisa di terima masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab seorang wakil rakyat.
Reaksi Publik dan Harapan ke Depan
Meski sudah ada permintaan maaf, respons publik masih cukup beragam. Sebagian warganet menilai tindakan Uya Kuya dan beberapa anggota DPR lainnya kurang pantas di lakukan, apalagi di tengah isu sensitif terkait anggaran dan tunjangan wakil rakyat. Namun, ada juga yang menilai bahwa kejadian ini hanyalah bentuk spontanitas tanpa maksud negatif.
Baca Juga : Rieke Diah Pitaloka Respons Potong Gaji DPR: Silakan Saja
Kritik yang muncul menjadi pengingat bahwa wakil rakyat harus selalu menjaga sikap dan perilaku di ruang publik, termasuk di dalam gedung parlemen. Uya sendiri berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam bersikap agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kontroversi. Ia menambahkan bahwa sebagai anggota DPR, dirinya akan terus berusaha menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan klarifikasi ini, Uya Kuya berharap polemik yang terjadi dapat mereda dan fokus publik bisa kembali di arahkan pada tugas utama DPR, yaitu memperjuangkan aspirasi rakyat.

1 Komentar