Megadewa88 portal,Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, kembali menyoroti isu krusial mengenai ketimpangan akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan tertinggal di seluruh Indonesia. Dalam sebuah forum nasional yang berfokus pada pembangunan, Wapres Ma’ruf Amin menekankan pentingnya intervensi pemerintah yang lebih masif untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan hak dasar mereka, yaitu layanan kesehatan yang memadai.

Wapres Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa meskipun pembangunan infrastruktur kesehatan telah gencar dilakukan, masih banyak daerah yang menghadapi tantangan signifikan. “Masih banyak saudara-saudara kita di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang kesulitan mengakses puskesmas atau rumah sakit. Tenaga medis yang kurang, fasilitas yang tidak memadai, dan jarak yang jauh menjadi hambatan utama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menciptakan ketidakadilan sosial.
Baca Juga: Pasien Paksa Dokter Lepas Masker, PAPDI Desak Hukum Tegas
Untuk mengatasi masalah ini, Ma’ruf Amin mengusulkan beberapa langkah strategis. Pertama, pemerintah perlu memperkuat program pengiriman tenaga medis, seperti dokter dan perawat, ke daerah-daerah terpencil dengan insentif yang lebih menarik. Kedua, investasi pada teknologi telemedisin harus ditingkatkan untuk menjangkau pasien di lokasi yang sulit diakses. Ketiga, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan harus diprioritaskan untuk mempermudah distribusi logistik kesehatan dan mobilitas tenaga medis.
Wacana ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk para praktisi kesehatan dan aktivis sosial. Mereka sepakat bahwa akses kesehatan yang merata adalah kunci untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Isu ini diharapkan dapat menjadi agenda prioritas bagi pemerintahan yang akan datang, dengan Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden saat ini berkomitmen untuk terus mengawal implementasinya. “Ini bukan hanya masalah teknis, ini adalah masalah moral dan keadilan. Kita harus memastikan tidak ada lagi warga negara yang tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan,” pungkas Ma’ruf Amin.

2 Komentar