Megadewa88portal.comBanyak orang masih menganggap diet sehat membutuhkan biaya besar. Mereka sering mengira makanan seperti salad, quinoa, chia seed, dan produk organik menjadi pilihan wajib untuk menjaga kesehatan tubuh. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Diet sehat tidak bergantung pada harga makanan yang dikonsumsi. Seseorang cukup memilih makanan bergizi, mengatur porsi makan, dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh setiap hari. Menu sederhana seperti makanan warteg juga bisa membantu seseorang menjalankan pola makan sehat.

Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa kualitas makanan tidak berasal dari tempat seseorang membeli makanan. Menurutnya, pilihan menu yang masuk ke dalam piring menjadi faktor utama yang menentukan sehat atau tidaknya pola makan seseorang.

“Yang menentukan sehat atau enggaknya bukan nama tempatnya, tapi apa yang kita ambil di piring,” ujar dr. Yaze.

Artinya, masyarakat tidak perlu selalu memilih makanan mahal untuk menjaga kesehatan. Mereka tetap bisa mendapatkan nutrisi seimbang melalui makanan sehari-hari dengan memilih komposisi menu yang tepat.

Cara Memilih Menu Warteg untuk Diet Sehat

Warteg menawarkan berbagai pilihan makanan yang bisa mendukung program diet. Masyarakat dapat menemukan sumber protein, sayuran, dan karbohidrat dalam satu tempat dengan harga yang lebih terjangkau.

Dr. Yaze menyarankan masyarakat memilih satu sumber protein terlebih dahulu. Pilihan seperti ayam, telur, atau ikan bisa membantu tubuh mendapatkan asupan protein yang cukup.

Setelah memilih lauk utama, tambahkan sayuran untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral. Kemudian, konsumsi nasi secukupnya agar tubuh tetap mendapatkan energi tanpa kelebihan kalori.

Baca Juga: Badmood Setelah Nonton Bola? Ini Penyebabnya

Diet Sehat Tidak Harus Menghindari Semua Makanan

Sebagian orang masih memahami diet sebagai aturan ketat yang melarang banyak jenis makanan. Padahal, pola makan sehat lebih menekankan keseimbangan antara kebutuhan nutrisi dan kebiasaan makan sehari-hari.

Seseorang tetap bisa menikmati nasi, lauk, dan sayur selama mengatur jumlah porsinya. Sebaliknya, makanan mahal juga tidak selalu memberikan manfaat maksimal jika seseorang mengonsumsinya secara berlebihan.

Dr. Yaze menilai masyarakat tidak perlu memaksakan diri membeli makanan tertentu hanya karena dianggap lebih sehat.

“Diet itu enggak harus salad, enggak harus quinoa, enggak harus juga bikin dompet kamu ikut diet,” katanya.

Warteg Mendukung Gaya Hidup Sehat dengan Pilihan Menu Tepat

Banyak pekerja dan masyarakat memilih warteg karena menawarkan makanan praktis dengan pilihan menu yang beragam. Kondisi tersebut membuat warteg tetap relevan bagi orang yang ingin menjaga pola makan.

Dengan memilih lauk berprotein, memperbanyak sayuran, dan membatasi porsi nasi, seseorang bisa menyusun menu diet sehat dari warteg.

“Kalau kamu lihat warteg lagi ramai, bukan berarti karena dia murah, tapi bisa jadi banyak orang yang diam-diam lagi diet juga,” ujar dr. Yaze.

Pada akhirnya, diet sehat tidak bergantung pada mahalnya makanan. Kebiasaan memilih menu yang tepat, menjaga keseimbangan nutrisi, dan mengontrol porsi makan menjadi langkah penting untuk mencapai tubuh yang lebih sehat.