Megadewa88portal,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada perusahaan BUMN investasi, Danantara. Ia meminta agar jumlah komisaris dipangkas dan pemberian tantiem dihapus. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya efisiensi dan penataan ulang manajemen di tubuh BUMN.

Efisiensi BUMN Jadi Fokus
Menurut Prabowo, perusahaan BUMN harus berorientasi pada kinerja dan manfaat nyata bagi rakyat. Karena itu, pemborosan anggaran lewat posisi komisaris yang berlebihan serta pembagian tantiem di anggap tidak sesuai dengan visi pemerintahan. Arahan ini juga sejalan dengan semangat reformasi BUMN yang terus di dorong sejak periode sebelumnya.
Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan BUMN. Ia menilai, setiap rupiah yang di hasilkan dari perusahaan negara harus bisa di pertanggungjawabkan. Langkah penghapusan tantiem di sebut sebagai sinyal kuat agar pengelolaan perusahaan lebih berfokus pada pencapaian target jangka panjang.
Arahan ini juga mendapat perhatian publik karena menyentuh isu klasik di tubuh BUMN, yaitu masalah komisaris. Jumlah komisaris yang terlalu banyak seringkali di kritik sebagai beban biaya tanpa kontribusi signifikan. Dengan pemangkasan ini, di harapkan struktur manajemen menjadi lebih ramping dan produktif.
Baca juga : Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi 7 Tahun Tak Sejalan Rakyat
Dari sisi investasi, Prabowo ingin Danantara tampil sebagai perusahaan yang benar-benar kompetitif. Bukan hanya mengelola dana, tetapi juga membawa manfaat strategis untuk pembangunan nasional. Efisiensi biaya operasional di percaya dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.
Langkah ini menandai komitmen pemerintah untuk memastikan BUMN bukan sekadar sumber keuntungan segelintir pihak, tetapi motor penggerak ekonomi nasional. Dengan pengawasan ketat, harapannya, perusahaan negara bisa lebih fokus membangun nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan