Megadewa88portal,Jakarta – Parlemen Singapura baru-baru ini mengesahkan amandemen undang-undang pidana yang sangat tegas terhadap penipuan daring. Amandemen ini memperkenalkan hukuman cambuk sebagai sanksi baru bagi para pelaku kejahatan siber ini. Langkah ini menunjukkan keseriusan penuh Singapura dalam mengatasi penipuan online yang kian merajalela.

Keputusan keras ini di dasari oleh kerugian finansial besar yang disebabkan oleh penipuan daring. Sejak tahun 2020 hingga September 2025, korban di Singapura telah kehilangan sekitar S$3,88 miliar. Jumlah kasus penipuan mencapai sekitar 190.000 laporan, memaksa pemerintah mengambil tindakan yang lebih ekstrem. Pemerintah bertekad melindungi warga negaranya dari kejahatan ini.

Menteri Senior Negara Sim Ann menegaskan bahwa sindikat penipuan memiliki tingkat kesalahan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, hukuman yang sangat berat, termasuk cambuk, dianggap sebagai pencegah yang kuat (stronger deterrence). Hukuman ini berlaku wajib bagi scammer utama, anggota, dan perekrut sindikat penipuan tersebut.

Detail Sanksi: Cambuk Mandatori untuk Otak Sindikat, Diskresi untuk Mule

Hukuman cambuk yang baru di sahkan oleh Parlemen Singapura ini memiliki skema yang berbeda. Sanksi di berikan berdasarkan peran dan tingkat keterlibatan pelaku dalam kejahatan. Para scammer utama, anggota, dan perekrut sindikat penipuan akan di kenakan hukuman cambuk mandatori minimal enam kali. Jumlah cambukan ini dapat ditingkatkan hingga maksimum 24 kali, tergantung pada keparahan kejahatan.

Sementara itu, individu yang memfasilitasi penipuan, seperti ‘money mules’ atau penyedia rekening, juga tidak luput dari jerat hukum. Para mules ini dapat di kenakan hukuman cambuk diskresioner hingga 12 kali. Hukuman ini berlaku jika mereka terbukti mengetahui bahwa bantuan mereka di gunakan untuk kegiatan kriminal. Mereka di hukum karena membantu memuluskan aksi penipuan.

Baca Juga : Ucapan Mamdani Langsung Ditanggapi Trump

Pemerintah Singapura telah menyampaikan pesan jelas bahwa alasan kesulitan finansial tidak dapat di jadikan pembenaran. Hal ini karena penipuan daring sering menyebabkan kerugian finansial dan tekanan emosional yang mendalam bagi para korban. Singapura terus memperkuat strategi penanggulangan penipuan. Ini mencakup edukasi, penggunaan teknologi, dan kini, penegakan hukum yang jauh lebih ketat. Hukuman ini akan di terapkan pada kejahatan yang terjadi setelah amandemen ini resmi di berlakukan.