MEGADEWA88 PORTAL,WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa Wakil Presiden J.D. Vance menjadi kandidat utama yang berpotensi menggantikan dirinya sebagai calon presiden dari Partai Republik pada pemilu 2028. Vance dikenal sebagai tokoh politik yang memiliki pandangan dan langkah politik yang sejalan dengan Trump.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Washington, D.C., seorang wartawan menanyakan apakah Trump bersedia memberikan dukungan penuh kepada mantan senator asal Ohio itu sebagai figur utama gerakan MAGA (Make America Great Again).
Baca Juga: Penuh Kontroversi! Netanyahu Berniat Kuasai Gaza, Trump Buka Suara
“Saya rasa kemungkinan besar, iya. Dia adalah wakil presiden saya,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa terlalu dini untuk memastikan siapa yang akan maju sebagai calon presiden, sebagaimana dikutip dari RT.
“Dia menunjukkan kinerja yang luar biasa dan saat ini mungkin menjadi sosok terkuat yang berpeluang besar,” lanjut Trump.
Trump juga sempat menyebutkan bahwa Vance berpotensi berpasangan dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio—yang sempat gagal mencalonkan diri pada Pilpres 2016—untuk membentuk pasangan calon dari Partai Republik di masa depan.
Dalam wawancara terpisah di program ‘Squawk Box’ CNBC pada hari yang sama, Trump ditanya apakah dirinya berencana kembali mencalonkan diri setelah masa jabatannya usai. Ia menjawab, “Sepertinya tidak.”
Namun, ia menambahkan, “Saya sangat ingin maju kembali. Popularitas saya dalam survei saat ini berada di titik tertinggi sepanjang waktu.”
Walau Trump telah menampik wacana mencalonkan diri untuk ketiga kalinya, sebelumnya ia sempat memberi isyarat bahwa dirinya terbuka terhadap kemungkinan tersebut.
Baca Juga: Ultimatum Trump: Putin Diberi 10 Hari untuk Akhiri Perang Ukraina
Pada April lalu, Trump menyebut para pendukungnya mendorong agar ia mencalonkan diri lagi, walau ia mengakui perubahan aturan pemilu untuk mengizinkan masa jabatan ketiga bukan hal yang mudah. Konstitusi Amerika Serikat saat ini hanya memperbolehkan seorang presiden menjabat selama dua periode.
Sementara itu, awal tahun ini, anggota Kongres dari Partai Republik, Andy Ogles, mengajukan rancangan amandemen konstitusi agar presiden bisa kembali menjabat untuk ketiga kalinya, asalkan tidak berturut-turut. Namun, hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan dukungan luas.

Tinggalkan Balasan