Megadewa88portal,Jakarta – Dunia kerja modern, terutama di perkotaan, menimbulkan tekanan yang semakin besar bagi para pekerjanya. Tekanan ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan depresi di kalangan pekerja usia muda. Beban kerja yang berlebihan dan tenggat waktu ketat adalah pemicu utamanya.
Data dari berbagai lembaga kesehatan mental menunjukkan adanya korelasi yang kuat. Korelasi ini terjadi antara tuntutan kerja yang tidak realistis dengan lonjakan kasus burnout dan depresi. Fenomena ini makin terasa pada Generasi Z dan Millennial awal.

Mereka baru memasuki pasar kerja dengan ekspektasi tinggi. Stres kerja yang kronis tidak hanya memengaruhi produktivitas harian. Ia juga secara serius merusak keseimbangan kimiawi otak. Hal ini dapat memicu timbulnya gangguan mental, termasuk depresi klinis yang serius.
Tiga Faktor Pekerjaan Paling Berkontribusi pada Depresi
Peningkatan risiko depresi ini di dorong oleh tiga faktor utama di lingkungan kerja saat ini. Faktor pertama adalah overwork dan work-life boundary yang sangat kabur. Teknologi membuat pekerja terhubung 24/7, bahkan saat mereka sudah di rumah.
Ini menghilangkan waktu pemulihan mental yang sangat di butuhkan. Faktor kedua adalah job insecurity atau ketidakpastian pekerjaan. Restrukturisasi dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) menciptakan kecemasan finansial. Kecemasan ini adalah sumber stres yang kronis.
Baca Juga : Situasi HIV 2025: banyak pengidap belum jalani perawatan
Faktor ketiga adalah kurangnya dukungan sosial dan pengakuan di tempat kerja. Merasa tidak dihargai atau diabaikan oleh atasan dapat memperburuk rasa putus asa. Kondisi ini mempercepat depresi.
Para ahli menyarankan, perusahaan harus mengambil peran aktif. Perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang suportif. Kebijakan keseimbangan kerja dan hidup (work-life balance) harus diterapkan secara nyata dan konsisten. Ini tidak boleh hanya sebatas slogan semata di kantor.
Pekerja muda didorong untuk lebih peka terhadap diri sendiri. Mereka perlu membatasi diri saat bekerja dan berani menolak lembur. Jangan takut mencari bantuan profesional secepat mungkin. Prioritas kesehatan mental adalah kunci untuk menghadapi tekanan karier jangka panjang.

Tinggalkan Balasan