Megadewa88 portal,JAKARTA – Keputusan musisi Nazril Irham, atau yang lebih dikenal sebagai Ariel NOAH, untuk memerankan karakter legendaris Dilan dalam versi dewasa pada dua film terbaru, “Dilan ITB 1997” dan “Dilan Amsterdam,” tidak diambil secara tergesa-gesa. Vokalis karismatik ini mengakui bahwa ia melalui proses pemikiran yang mendalam dan pertimbangan yang sangat matang sebelum akhirnya membulatkan tekad menerima tawaran besar tersebut.

Beban Karakter “Kelas Kakap”

Ariel mengungkapkan bahwa keraguan utamanya bersumber pada kekuatan karakter Dilan yang sudah sangat melekat di hati publik, berkat adaptasi film-film sebelumnya. Ia menyebut peran ini sebagai “kelas kakap” karena profilnya yang sudah terlanjur ikonik.

“Ini kan karakternya sudah ada, sudah kuat, jadi tidak bisa diputuskan dalam waktu sebentar. Jadi, mesti dipikirkan berkali-kali,” ujar Ariel dalam konferensi pers di Jakarta.

Tanggung jawab untuk melanjutkan estafet peran yang sangat dicintai, serta menghidupkan sosok Dilan pada fase yang lebih matang—sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB)—adalah tantangan berat yang menuntut komitmen penuh. Ariel mengaku perlu waktu lama untuk mengukur kapabilitas dan niatnya dalam mengejar proyek sinema yang memiliki basis penggemar yang masif ini.

Dorongan Seni dan Misi Pribadi

Di tengah masa rehat (hiatus) band NOAH, Ariel melihat tawaran ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah kesempatan berharga untuk mengeksplorasi hasratnya dalam seni peran. Ia mengungkapkan adanya kerinduan pribadi untuk menjajal dunia akting yang sebelumnya sempat ia ragukan.

Menariknya, Ariel juga memiliki alasan personal yang sangat mendalam terkait peran Dilan sebagai mahasiswa ITB. Ariel mengenang bahwa dirinya pernah mendaftar dan bercita-cita untuk berkuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB setelah lulus SMA, namun tidak berhasil lolos.

“Melalui ini (film Dilan), sepertinya saya bisa merasakan deh jadi anak seni rupa ITB. Kayaknya saya bisa menggambarkan itu ada di kepala versi Ariel kalau keterima di seni rupa ITB itu seperti apa,” jelasnya.

Baca Juga: Banding Vadel Badjideh ditolak, hukuman naik jadi 12 tahun

Oleh karena itu, peran Dilan ini bukan hanya tantangan profesional, tetapi juga sebuah misi pribadi untuk mewujudkan imajinasi masa mudanya.

Keyakinan Pidi Baiq dan Komitmen Totalitas

Penulis novel Dilan, Pidi Baiq, ternyata telah menjatuhkan pilihan kepada Ariel sejak awal. Pidi Baiq bahkan mengaku sulit menemukan nama lain yang memiliki aura yang pas untuk memerankan Dilan versi dewasa. Meskipun proses diskusi dengan Ariel dan rumah produksi Falcon Pictures berlangsung cukup panjang, keyakinan Pidi Baiq akhirnya membulatkan tekad Ariel untuk menerima tawaran tersebut. Ariel menegaskan bahwa begitu ia mengambil keputusan, ia akan menjalankannya dengan komitmen dan keseriusan penuh, menandai babak baru dalam karier seninya di dunia layar lebar.