Megadewa88 portal,Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS, memicu perhatian berbagai kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Kondisi tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi domestik yang sebenarnya masih relatif kuat. Kepala Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa secara fundamental, rupiah seharusnya memiliki ruang untuk menguat.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama dinamika ekonomi global serta penguatan mata uang dolar AS di pasar internasional. Kondisi tersebut membuat banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, arus modal global cenderung bergerak menuju aset-aset yang dianggap lebih aman, terutama di Amerika Serikat. Hal ini dipicu oleh berbagai sentimen global seperti kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral AS serta ketidakpastian ekonomi di berbagai kawasan dunia.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa jika dilihat dari sisi fundamental ekonomi Indonesia, kondisi domestik masih tergolong stabil. Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang relatif terkendali, serta kinerja sektor keuangan yang solid menjadi faktor penting yang seharusnya dapat menopang nilai tukar rupiah.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia juga dinilai masih berada pada level yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dengan kondisi tersebut, tekanan terhadap rupiah seharusnya tidak berlangsung secara berkepanjangan apabila sentimen global mulai mereda.
Purbaya juga menilai bahwa pelaku pasar perlu melihat kondisi ekonomi Indonesia secara lebih objektif. Ia menilai bahwa pelemahan rupiah hingga menembus Rp17.000 per dolar AS lebih dipicu oleh sentimen jangka pendek dibandingkan faktor fundamental jangka panjang.
Dalam situasi seperti ini, stabilitas ekonomi domestik menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan investor. Pemerintah bersama otoritas moneter diharapkan terus menjaga koordinasi kebijakan guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga serta mampu meredam gejolak nilai tukar yang dipengaruhi faktor eksternal.
Baca Juga: Pemkab Pasuruan nilai kondisi finansial perusahaan
Ke depan, Purbaya optimistis bahwa rupiah memiliki potensi untuk kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar global serta tetap kuatnya fondasi ekonomi nasional. Dengan kombinasi kebijakan yang tepat serta stabilitas makroekonomi yang terjaga, tekanan terhadap rupiah diyakini dapat dikelola dengan baik.

Tinggalkan Balasan