Megadewa88 portal,Sana’a, Yaman. – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Gerakan Houthi, kelompok militer yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, secara resmi mengumumkan kesiapan mereka untuk melancarkan serangan balasan terhadap Israel. Ancaman ini datang menyusul kabar gugurnya Perdana Menteri Houthi, Abdulaziz bin Habtour, dalam sebuah operasi militer yang diduga kuat dilancarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Kematian bin Habtour bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin, melainkan sebuah percikan yang berpotensi menyulut eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Kabar mengenai tewasnya Abdulaziz bin Habtour pertama kali disampaikan oleh media-media Houthi dan kemudian dikonfirmasi oleh juru bicara militer mereka. Pihak Houthi menuduh Israel bertanggung jawab penuh atas serangan presisi yang menargetkan bin Habtour. Mereka melihat insiden ini sebagai pelanggaran serius dan deklarasi permusuhan terbuka. Dalam pernyataan yang dirilis kepada media, juru bicara Houthi menegaskan bahwa serangan ini tidak akan dibiarkan tanpa pembalasan setimpal.
Sebagai respons, kelompok Houthi menyatakan akan melakukan serangan balasan yang menyakitkan dan telah mengaktifkan seluruh unit operasional mereka. Perintah untuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran telah dikeluarkan, menargetkan wilayah-wilayah strategis Israel, termasuk pelabuhan dan instalasi militer. Ancaman ini bukan hal yang bisa diremehkan, mengingat Houthi memiliki kapabilitas meluncurkan rudal balistik dan drone jarak jauh yang telah mereka gunakan sebelumnya di Laut Merah dan Teluk Aden.
Situasi ini semakin memperumit dinamika geopolitik di Timur Tengah. Sejak awal konflik Israel-Hamas, Houthi telah secara terbuka menunjukkan dukungan mereka terhadap Palestina dengan menyerang kapal-kapal komersial yang berlayar di Laut Merah. Aksi-aksi mereka telah menyebabkan gangguan signifikan pada rantai pasokan global dan mendorong intervensi militer dari Amerika Serikat dan Inggris. Kematian Perdana Menteri Houthi ini berpotensi menjadi titik balik, mengubah serangan-serangan proksi menjadi konfrontasi langsung antara Houthi dan Israel.
Baca Juga: Bencana Kelaparan di Gaza Semakin Parah, PBB Angkat Bicara
Meskipun Israel belum memberikan konfirmasi resmi atau komentar mengenai tewasnya Abdulaziz bin Habtour, laporan intelijen dari berbagai sumber menunjukkan bahwa IDF telah melakukan serangkaian operasi rahasia di Yaman dalam beberapa bulan terakhir. Operasi tersebut bertujuan untuk menonaktifkan kemampuan militer Houthi dan menghentikan serangan mereka di Laut Merah. Kematian bin Habtour, jika terbukti dilakukan oleh Israel, akan menjadi salah satu operasi paling signifikan yang pernah dilakukan IDF di luar wilayah tradisionalnya.
Pernyataan dari Houthi ini telah memicu kekhawatiran global. Para analis keamanan internasional memperingatkan bahwa serangan balasan Houthi dapat memicu eskalasi yang tidak terkendali, melibatkan kekuatan regional dan internasional. Dunia kini menanti respons dari Israel serta langkah-langkah yang akan diambil Houthi selanjutnya. Akankah ini menjadi awal dari babak baru konflik yang lebih brutal di Timur Tengah? Waktu yang akan menjawabnya

Tinggalkan Balasan