Megadewa88portal,Jakarta – Fenomena baru mulai mengkhawatirkan warga ibu kota. Penelitian terbaru mengungkap bahwa hujan di Jakarta kini tidak hanya membawa air bersih, tetapi juga partikel mikroplastik berukuran sangat kecil yang sulit terlihat mata. Partikel ini terbentuk dari serpihan plastik yang hancur karena panas, sinar matahari, dan gesekan udara, lalu ikut terbawa angin hingga akhirnya turun bersama hujan.

Fakta Terkini Mikroplastik di Hujan Jakarta

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bahwa semua sampel hujan yang di teliti di wilayah Jakarta sejak 2022 mengandung mikroplastik. Rata-rata terdapat sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari, angka yang cukup tinggi untuk kawasan padat penduduk. Jenis partikel yang paling banyak ditemukan adalah poliester, nilon, polietilena, polipropilena, dan polibutadiena. Sumbernya beragam, mulai dari serat pakaian sintetis, debu ban kendaraan, hingga pembakaran plastik rumah tangga.

Para peneliti menilai bahwa mikroplastik di udara perkotaan dapat dengan mudah terbawa angin dan menumpuk di atmosfer. Saat hujan turun, partikel ini ikut mengendap dan jatuh ke permukaan tanah, atap, hingga aliran sungai. Penelitian lain menunjukkan bahwa daerah pesisir Jakarta memiliki tingkat mikroplastik tertinggi, karena padatnya aktivitas industri dan transportasi di kawasan tersebut.

Baca Juga : Dokter ungkap kebiasaan penyebab susah BAB

Apakah Berpengaruh pada Kesehatan Manusia?

Meskipun efek langsung terhadap kesehatan manusia masih terus di teliti, banyak studi internasional mengindikasikan potensi bahaya jangka panjang. Mikroplastik yang terhirup atau tertelan dapat memicu stres oksidatif, peradangan, gangguan metabolisme, hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Partikel yang sangat kecil bahkan bisa menembus jaringan tubuh dan memengaruhi organ vital seperti paru-paru, hati, dan ginjal.

Selain itu, mikroplastik juga berpotensi menjadi media pembawa bahan kimia beracun dan bakteri. Artinya, hujan yang mengandung mikroplastik bisa mempercepat penyebaran polutan lain ke lingkungan sekitar. Para ahli menyarankan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membakar sampah plastik, serta menyaring air hujan sebelum digunakan.

Fenomena mikroplastik dalam hujan Jakarta menjadi pengingat bahwa polusi kini hadir dalam bentuk yang lebih halus dan tersembunyi. Langkah kecil seperti menjaga kebersihan, memilah sampah, dan mendukung kebijakan ramah lingkungan bisa menjadi kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih sehat.