Megadewa88portal,Jakarta – Kapolres Demak, AKBP Ari Cahya Nugraha, menerima kedatangan HMI Kabupaten Demak dalam suasana dialog yang penuh kesungguhan. Pertemuan ini di gelar di Aula Mapolres Demak pada Senin, 1 September 2025, sore hari. Kehadiran mahasiswa di sambut hangat, sekaligus menjadi bukti bahwa suara generasi muda tetap mendapat ruang dalam demokrasi.

Dialog Damai: Aspirasi Mahasiswa di Mapolres Demak

Dalam audiensi tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Demak menyampaikan sepuluh tuntutan penting yang berkaitan dengan isu nasional maupun lokal. Beberapa poin utama antara lain mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor, reformasi di bidang ketenagakerjaan, serta menuntut penyelesaian kasus pembunuhan Affan Kurniawan yang hingga kini masih menjadi sorotan publik. Aspirasi itu di sampaikan dengan tertib, mencerminkan kedewasaan mahasiswa dalam berdialog.

Kapolres Ari Cahya menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal dan meneruskan aspirasi tersebut ke instansi berwenang. Namun, ia menolak tuntutan pencopotan Kapolri karena hal itu berada di luar kewenangan seorang kapolres. Sikap tegas sekaligus terbuka ini membuat pertemuan berjalan dalam suasana konstruktif. Ari juga menambahkan bahwa hasil penyampaian aspirasi nantinya akan di publikasikan agar masyarakat tahu progresnya.

Sementara itu, Ketua HMI Demak menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan dari tuntutan yang telah diserahkan. Jika dalam waktu tertentu belum ada kejelasan, HMI berencana melakukan audiensi kembali sebagai bentuk konsistensi mengawal isu-isu penting. Hal ini memperlihatkan bahwa mahasiswa bukan hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga serius dalam menindaklanjuti.

Baca Juga : Prabowo Janji Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset di Depan Buruh

Pertemuan ini memberikan contoh bahwa dialog damai antara mahasiswa dan aparat bisa berjalan seimbang tanpa gesekan. Suara kritis mahasiswa tetap dihormati, sementara pihak kepolisian menunjukkan keterbukaan terhadap masukan publik. Dengan pola komunikasi seperti ini, ruang demokrasi di daerah bisa semakin sehat dan menjadi teladan bagi wilayah lain.