Megadewa88 portal,Di tengah upaya keras penanganan pascabencana, muncul masalah baru yang memerlukan perhatian medis segera: para korban banjir dan longsor di Sumatra kini mulai menunjukkan gejala sakit akibat kondisi lingkungan pengungsian yang kurang ideal. Data terbaru dari posko kesehatan lapangan mengindikasikan adanya peningkatan kasus penyakit, dengan beberapa keluhan utama yang mendominasi.

Tim medis yang bertugas melaporkan bahwa keluhan kesehatan yang paling banyak dialami para penyintas adalah penyakit terkait saluran pernapasan atas (ISPA). Kondisi ini dipicu oleh cuaca yang lembap dan dingin, minimnya ventilasi di tempat pengungsian yang padat, serta paparan debu dan kotoran sisa banjir. ISPA menjadi perhatian serius karena sangat menular dan dapat memperburuk kondisi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Selain ISPA, masalah kesehatan lain yang melonjak adalah diare dan penyakit kulit. Kurangnya akses terhadap air bersih yang memadai untuk sanitasi dan kebersihan diri menjadi faktor pemicu utama. Kontaminasi air sumur atau sumber air minum oleh sisa banjir dan sampah meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan infeksi jamur, juga marak akibat pakaian dan tempat tidur yang sering lembap dan basah.
Baca Juga:Karina terisak, mengenang Epy sebagai pendengar terbaik
Kementerian Kesehatan melalui Tim Krisis Kesehatan telah memperkuat pasokan obat-obatan dan meningkatkan layanan edukasi kesehatan di posko-posko. Langkah cepat ini bertujuan untuk mencegah penyakit-penyakit ringan berkembang menjadi wabah yang tidak terkendali, memastikan bahwa pemulihan fisik para korban dapat berjalan selaras dengan pemulihan mental dan lingkungan mereka.

Tinggalkan Balasan