Megadewa88portal,Jakarta – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi sorotan setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk meningkatkan fokus pembiayaan ke sektor produksi pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat sektor riil, menciptakan lapangan kerja baru. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia. Tahun 2025 sendiri, porsi KUR ke sektor produksi telah mencapai sekitar 60,6% dari total penyaluran nasional. Dan pemerintah berambisi menaikkannya menjadi 62% di tahun 2026.

Fokus Baru untuk Dorong Pertumbuhan Produktif
Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa sektor produksi seperti pertanian, industri pengolahan, perikanan, dan manufaktur memiliki multiplier effect yang besar terhadap ekonomi. Artinya, pembiayaan di sektor ini bukan hanya membantu satu usaha tumbuh, tetapi juga menciptakan dampak berantai terhadap rantai pasok dan tenaga kerja. Berdasarkan data terbaru, realisasi KUR hingga Oktober 2025 telah mencapai Rp218 triliun, disalurkan kepada lebih dari 3,7 juta debitur. Dengan Rp132,5 triliun di antaranya mengalir ke sektor produksi.
Kementerian menegaskan bahwa peningkatan fokus ke sektor produksi akan di sertai dengan perbaikan mekanisme penyaluran agar lebih tepat sasaran. Pemerintah bekerja sama dengan perbankan dan lembaga penyalur untuk memastikan debitur mendapatkan pendampingan usaha dan kemudahan akses pembiayaan. Langkah ini juga di harapkan bisa menekan potensi kredit macet dan meningkatkan keberlanjutan usaha mikro serta kecil di daerah.
Selain itu, strategi pemerintah juga mencakup peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Dengan edukasi yang lebih baik, di harapkan penerima KUR dapat mengelola dana secara optimal dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Pemerintah menilai, bila strategi ini berjalan konsisten, maka target kenaikan KUR ke sektor produksi akan tercapai bahkan bisa melampaui ekspektasi.
Baca Juga : Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen Sesuai Keputusan Amran
Dengan dorongan kebijakan baru ini, KUR 2026 di harapkan tidak hanya menjadi program pembiayaan, tetapi juga motor penggerak ekonomi produktif nasional. Fokus pada sektor produksi di yakini akan menciptakan ekonomi yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.

1 Komentar