Megadewa88portal,Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini secara resmi memperkenalkan strategi ekonomi untuk mencapai target ambisius. Target tersebut adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen dalam jangka waktu menengah. Strategi besar ini di namakan Sumitronomics, yang berakar dari pemikiran ekonom legendaris Indonesia.

Sumitronomics sendiri merupakan pandangan ekonomi yang di kembangkan oleh Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Beliau adalah ayah dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Konsep ini kembali di angkat sebagai filosofi utama pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Purbaya menyampaikan bahwa target 8 persen di perlukan agar Indonesia dapat segera menjadi negara maju dan mandiri.

Dalam paparannya di hadapan DPR dan saat kuliah umum, Purbaya memaparkan tiga pilar utama strategi ini. Pilar-pilar tersebut adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. Kemudian ada pemerataan manfaat pembangunan, serta stabilitas nasional yang dinamis. Tiga pilar ini harus berjalan secara sinergis dan terintegrasi.

Tiga Pilar Sumitronomics dan Peran Keseimbangan Mesin Ekonomi Nasional

Strategi Sumitronomics menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara tiga mesin utama penggerak ekonomi negara. Mesin tersebut adalah kebijakan fiskal (anggaran pemerintah), kebijakan moneter (Bank Indonesia), dan aktivitas sektor swasta. Purbaya menilai selama ini mesin-mesin tersebut berjalan timpang dan kurang seimbang.

Menkeu Purbaya menyoroti bahwa di era sebelumnya, hanya sektor tertentu saja yang dominan dalam pertumbuhan. Ia bertekad untuk menghidupkan sektor swasta dan pemerintah secara bersamaan untuk akselerasi pertumbuhan. Sektor-sektor yang resilien seperti pertanian, industri manufaktur, dan pariwisata akan di jaga agar tumbuh tinggi secara konsisten.

Baca Juga : Harga Pangan AS Naik, Trump Pangkas Tarif Ratusan Produk

Kunci pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat terletak pada keseimbangan ketiga mesin tersebut. Selain itu, menjaga permintaan domestik juga menjadi motor utama yang sangat vital. Dengan kontribusi konsumsi domestik yang besar, ekonomi Indonesia di harapkan tahan terhadap gejolak global yang terjadi.