Megadewa88portal,Jakarta – Beban ongkos transportasi semakin menekan masyarakat Indonesia. Kenaikan biaya perjalanan sehari-hari kini membuat rakyat harus mengalokasikan porsi besar dari pendapatan mereka hanya untuk mobilitas. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena semakin sulit bagi masyarakat untuk menyeimbangkan kebutuhan pokok lain.

Angka Ongkos Transportasi yang Mengkhawatirkan

Survei terbaru menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran transportasi masyarakat Indonesia mencapai 12,46 % dari total biaya hidup bulanan. Angka ini jauh di atas rekomendasi Bank Dunia yang menyarankan batas maksimal sekitar 10 %. Di kota-kota besar, beban ini bahkan lebih tinggi.

Contohnya, warga Bekasi rata-rata menghabiskan Rp 1,9 juta per bulan untuk transportasi, setara 14 % dari pengeluaran bulanan. Depok lebih parah, mencapai Rp 1,8 juta atau sekitar 16,3 %. Surabaya tercatat Rp 1,62 juta (13,6 %), sementara Jakarta sedikit lebih rendah di Rp 1,59 juta (11,8 %). Angka-angka ini menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan urban harus menanggung ongkos lebih besar untuk bisa beraktivitas setiap hari.

Kementerian Perhubungan menilai salah satu penyebab utama adalah masalah first mile dan last mile, yakni biaya tambahan untuk menuju stasiun atau halte, lalu kembali ke rumah dari titik transportasi umum. Meski tarif transportasi massal seperti Commuter Line relatif murah, ongkos ojek atau transportasi penghubung sering kali justru lebih mahal.

Pemerintah Siapkan Solusi Integrasi

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah merencanakan integrasi transportasi publik yang lebih menyeluruh. Konsep ini akan menghubungkan feeder, hub, hingga spoke sehingga masyarakat bisa bepergian dengan nyaman tanpa perlu mengeluarkan biaya ekstra yang mencekik. Dengan strategi ini, diharapkan ongkos transportasi bisa ditekan sehingga porsi pengeluaran kembali mendekati 10 %.

Baca Juga : Sri Mulyani Pastikan,Pajak Baru 2026 Dibatalkan

Selain itu, penguatan infrastruktur, perluasan jangkauan transportasi massal, serta subsidi pada titik-titik krusial menjadi bagian dari solusi. Pemerintah juga mengajak sektor swasta ikut serta dalam membangun sistem transportasi yang efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.