Megadewa88portal,Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menunjukkan optimismenya yang tinggi terhadap kinerja ekonomi nasional. Purbaya secara terbuka menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia yakin dapat mencapai 5,7 persen pada Kuartal IV (Q4) tahun 2025.

Target ambisius ini di dasarkan pada perkiraan membaiknya konsumsi. Konsumsi dan investasi domestik di prediksi akan mengalami peningkatan. Pernyataan ini muncul di tengah tren pemulihan global yang masih bergejolak.

Namun, Pemerintah meyakini bahwa pondasi ekonomi Indonesia cukup kuat untuk mencapai target tersebut. Purbaya menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan yang telah tercipta di kuartal-kuartal sebelumnya.

Konsumsi Domestik dan Investasi: Kunci Utama Target Pertumbuhan

Jika target 5,7 persen tercapai di Q4, maka pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia 2025 di proyeksikan berada di rentang yang positif dan kuat. Pemerintah yakin angka ini akan memperkuat posisi Indonesia. Posisi ini akan kuat di tengah perlambatan ekonomi global.

Purbaya menjelaskan, target 5,7 persen di Kuartal IV akan di dorong oleh dua motor utama. Pertama, adalah peningkatan konsumsi domestik yang kuat dan berkelanjutan. Konsumsi ini ditopang oleh berbagai program bantuan sosial (bansos) dan kenaikan daya beli masyarakat.

Kedua, adalah realisasi investasi yang masif. Investasi ini datang dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Realisasi ini di dukung oleh iklim investasi yang semakin kondusif. Pemerintah terus berupaya menghilangkan hambatan regulasi yang menghambat investasi.

Baca Juga : Airlangga: Penjualan Mobil Listrik Naik 18,2 Persen

Purbaya juga menyoroti peran penting Belanja Negara yang agresif di akhir tahun anggaran. Belanja ini akan di salurkan untuk proyek infrastruktur dan program prioritas lainnya. Pengeluaran pemerintah ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect besar pada perekonomian.

Meskipun optimis, Menkeu mengingatkan tentang risiko eksternal yang harus di waspadai bersama. Inflasi global, suku bunga tinggi, dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi tantangan besar. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia telah memiliki kebijakan fiskal yang fleksibel. Kebijakan ini disiapkan untuk merespons risiko tersebut. Target pertumbuhan ini menunjukkan keyakinan Pemerintah. Mereka yakin mampu mengakhiri tahun 2025 dengan kinerja ekonomi yang sangat memuaskan.