Megadewa88portal,Jakarta – Tuberkulosis (TBC) kembali menjadi sorotan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di negara ini. Indonesia menduduki posisi kedua secara global untuk kasus TBC terbanyak setelah India.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan angka kasus TBC yang masih sangat mengkhawatirkan. Perkiraan kasus TBC di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta kasus per tahun. Angka ini jauh melampaui rata-rata negara-negara berkembang lainnya.

Tingginya angka kematian ini sebagian besar di sebabkan oleh deteksi dini yang masih lemah di tingkat primary health care. Selain itu, kepatuhan pengobatan pasien yang rendah juga menjadi masalah besar. Banyak pasien Tuberkulosis berhenti minum obat sebelum tuntas. Tindakan ini memicu resistensi obat yang membuat TBC semakin sulit diobati.

Tantangan MDR-TBC, Pengobatan Mahal, dan Pentingnya Skrining Masif

Salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan Tuberkulosis adalah munculnya varian yang resisten terhadap obat. Varian ini di kenal sebagai MDR-TBC (Multi-Drug Resistant Tuberculosis). MDR-TBC membutuhkan regimen pengobatan yang jauh lebih panjang dan mahal. Efek sampingnya pun menjadi lebih berat bagi pasien.

Pemerintah melalui Kemenkes telah gencar melakukan upaya eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030 mendatang. Strategi utama adalah melalui skrining masif di komunitas dan fasilitas kesehatan primer. Skrining yang dilakukan secara aktif bertujuan menemukan kasus sedini mungkin. Ini termasuk kasus pada orang tanpa gejala yang bisa menularkan.

Baca Juga : Dokter sebut air mata punya banyak fungsi

Pentingnya edukasi kepada masyarakat juga terus di tingkatkan secara intensif. Edukasi ini bertujuan agar pasien memahami bahwa TBC dapat di sembuhkan total asalkan pengobatan di jalani tuntas selama 6 bulan. Dengan sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, angka kematian akibat TBC di harapkan dapat di tekan drastis.