Megadewa88portal,Jakarta – Gorengan memang jadi camilan favorit banyak orang di Indonesia, tapi dampak kesehatannya tidak bisa dianggap sepele. Menurut penelitian WHO dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), makanan yang digoreng pada suhu tinggi berpotensi menghasilkan senyawa berbahaya. Salah satunya adalah akrilamida, zat yang terbentuk dari proses pemanasan minyak pada temperatur tinggi.

Bahaya Akrilamida dalam Gorengan

Akrilamida di kategorikan sebagai zat karsinogenik oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Zat ini terbukti meningkatkan risiko kanker pada hewan uji dan di duga memiliki efek serupa pada manusia. Semakin sering seseorang mengonsumsi gorengan, semakin besar pula paparan terhadap zat berbahaya ini.

Selain akrilamida, minyak jelantah yang di gunakan berulang kali juga bisa memperburuk risiko kesehatan. Minyak yang dipanaskan berulang menghasilkan radikal bebas yang merusak sel tubuh. Hal ini bukan hanya berhubungan dengan kanker, tapi juga penyakit jantung dan gangguan metabolisme.

Fakta dari Kementerian Kesehatan RI menyebut, tingginya konsumsi gorengan menjadi salah satu faktor risiko penyakit tidak menular. Apalagi, gorengan umumnya tinggi lemak jenuh dan rendah nutrisi, sehingga memberi beban tambahan bagi tubuh. Dalam jangka panjang, konsumsi berlebihan bisa menurunkan kualitas kesehatan secara signifikan.

Baca juga : Pasien Paksa Dokter Lepas Masker, PAPDI Desak Hukum Tegas

Namun bukan berarti makanan ini harus benar-benar di hindari. Kuncinya ada pada pengendalian porsi dan frekuensi konsumsi. Mengurangi gorengan, memilih metode masak lain seperti kukus atau panggang, serta memperbanyak buah dan sayur bisa jadi solusi sehat.

Dengan kesadaran yang semakin meningkat, masyarakat di harapkan lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari. Gorengan memang nikmat, tetapi risikonya nyata bagi kesehatan. Menjaga pola makan seimbang akan jauh lebih menguntungkan untuk kesehatan jangka panjang.