Megadewa88portal.comAS serang Iran
dalam operasi militer terbaru yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis Teheran. Presiden Donald Trump memperingatkan Iran agar menghentikan eskalasi konflik dan kembali membuka jalur diplomasi.

Militer AS menyebut operasi terbaru itu bertujuan menghancurkan kemampuan Iran yang dapat mengancam kapal komersial di Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut menjadi salah satu rute energi paling penting di dunia.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan bahwa pasukannya menyerang sistem pertahanan pesisir Iran. Militer AS juga menargetkan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Tunb Besar.

Trump Minta Iran Mengubah Sikap

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat masih membuka peluang diplomasi. Namun, ia meminta Iran menghentikan tindakan yang dianggap mengancam keamanan kawasan.

Saat wartawan menanyakan kemungkinan batas waktu sebelum serangan lanjutan, Trump mengatakan dirinya tidak ingin menetapkan tenggat khusus.

“Saya tidak suka memberikan tenggat waktu, tetapi mereka tahu situasinya. Mereka sebaiknya bersikap baik,” kata Trump.

Trump juga menyampaikan bahwa Iran sedang menghadapi tekanan besar akibat operasi militer AS. Menurutnya, Teheran ingin mencari solusi karena tidak menyukai dampak dari konflik tersebut.

Meski demikian, Trump mengatakan pemerintah AS masih mempertimbangkan dua pilihan. Washington dapat memilih jalur negosiasi atau melanjutkan operasi militer.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Jadi 4,3 Persen

Iran Serang Dua Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz

Di tengah serangan AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA).

Pemerintah UEA menyatakan serangan itu menewaskan seorang awak kapal asal India. Delapan orang lainnya mengalami luka akibat insiden tersebut.

Dua kapal yang terkena serangan tersebut adalah tanker minyak mentah Mombasa B dan kapal pengangkut gas alam cair Al Bahiya.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan rudal jelajah menghantam kedua kapal tersebut. Serangan itu juga memicu kebakaran di beberapa bagian kapal.

Enam korban luka berasal dari India. Dua korban lainnya merupakan warga Ukraina.

IRGC membenarkan serangan tersebut melalui pernyataan resminya. Iran mengatakan kedua kapal mengabaikan peringatan sebelum memasuki wilayah yang berada dalam pengawasannya.

AS Serang Iran, Selat Hormuz Jadi Pusat Konflik

Perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran kini berfokus pada kendali Selat Hormuz. Kawasan tersebut menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk.

Gangguan keamanan di wilayah itu langsung memengaruhi pasar energi global. Harga minyak meningkat setelah aktivitas kapal tanker mengalami hambatan.

Minyak mentah Brent mengalami kenaikan harga hampir dua persen. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat juga bergerak naik akibat kekhawatiran pasar.

Para pengamat energi memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat mengganggu pasokan minyak dunia. Sebab, banyak negara bergantung pada jalur pelayaran tersebut.

AS Terapkan Kembali Blokade Pelabuhan Iran

Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan kebijakan baru terhadap Iran. Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kebijakan itu membatasi kapal Iran dan mitranya untuk keluar atau masuk melalui Selat Hormuz.

Trump juga menyatakan bahwa AS akan mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap kargo yang melewati jalur tersebut.

Menurut Trump, dana tersebut akan membantu biaya keamanan di kawasan Selat Hormuz. Ia menilai wilayah itu memiliki peran penting bagi perdagangan dunia.

Namun, kebijakan tersebut menuai pertanyaan dari berbagai pihak. Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan belum menemukan dasar hukum internasional yang jelas terkait pungutan tersebut.

Iran Tegaskan Tetap Mempertahankan Kepentingannya

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Teheran tidak akan mengikuti kesepakatan yang tidak memberikan keuntungan bagi negaranya.

Ia menegaskan bahwa Iran akan terus mempertahankan kepentingannya di Selat Hormuz.

Menurut Ghalibaf, Iran menggunakan dua pendekatan dalam menghadapi konflik. Pendekatan tersebut mencakup diplomasi dan perlawanan militer.

IRGC juga memperingatkan Amerika Serikat mengenai kemungkinan gangguan terhadap jalur ekspor energi lain yang digunakan AS dan sekutunya.

Dunia Soroti Ancaman Serangan Infrastruktur Iran

Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang sejumlah fasilitas Iran apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

Ancaman tersebut mendapat kritik dari Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk.

Türk mengingatkan bahwa serangan sengaja terhadap warga sipil dan fasilitas sipil dapat melanggar hukum internasional.

Konflik AS-Iran Berpotensi Mengganggu Ekonomi Dunia

Serangkaian serangan militer, konflik kapal tanker, dan perselisihan mengenai Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran internasional.

Konflik AS dan Iran tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah. Ketegangan tersebut juga dapat memengaruhi harga energi, perdagangan global, dan stabilitas ekonomi dunia.

Situasi di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama karena kawasan tersebut memiliki peran besar terhadap keamanan energi internasional.