Megadewa88portal.com – Kasus hukum yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah disebut menjadi perhatian besar di kalangan advokat. Bahkan, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyebut perkara tersebut sebagai sebuah the dream case atau “kasus impian” bagi banyak pengacara.

Pernyataan itu disampaikan Hotman Paris saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/7/2026).

Menurut Hotman, perkara yang sedang dihadapi Febrie bukan hanya menarik perhatian masyarakat luas. Besarnya sorotan terhadap kasus tersebut juga membuat banyak advokat menunjukkan ketertarikan untuk terlibat dalam proses pendampingan hukum.

“Sepertinya adalah, inilah di Amerika disebut the dream case,” ujar Hotman.

Ratusan Pengacara Disebut Menghubungi Hotman Paris

Hotman mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak komunikasi dari sesama pengacara setelah memutuskan untuk mundur dari tim pembela Febrie Adriansyah.

Ia bahkan menyebut jumlah pengacara yang menghubunginya telah mencapai ratusan orang. Mereka disebut ingin mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam tim hukum yang menangani perkara tersebut.

“Di WA saya udah ratusan pengacara. ‘Suntik aku dong dengan timmu,’ sudah ratusan,” kata Hotman.

Menurutnya, besarnya minat tersebut menunjukkan bahwa kasus Febrie dipandang sebagai perkara besar dan memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan advokat.

Hotman menilai, perkara tersebut menjadi salah satu kasus yang sangat menarik untuk ditangani karena memiliki tingkat perhatian publik yang tinggi.

Baca Juga Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Bantuan Pemerintah

Sempat Diminta Tetap Bertahan

Hotman Paris juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sempat diminta untuk tidak meninggalkan tim pembela Febrie Adriansyah.

Namun, keputusan tersebut akhirnya tetap diambil karena alasan kesehatan. Hotman mengaku masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi akibat masalah saraf terjepit.

Ia mengatakan bahwa kondisi punggungnya masih membutuhkan perhatian serius. Setelah menjalani operasi pada 9 Juli di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, dokter memintanya untuk beristirahat secara total selama kurang lebih dua pekan.

Selain itu, Hotman juga diminta mengurangi aktivitas dan tidak memaksakan diri untuk kembali bekerja seperti biasa.

“Kalau Anda tetap melakukan itu, saya tidak bisa bertanggung jawab,” kata Hotman, mengutip pesan dokter kepadanya.

Peringatan tersebut akhirnya membuat Hotman mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam perkara Febrie. Ia kemudian secara resmi menyampaikan keputusan untuk mundur dari tim hukum.

 

Febrie Disebut Masih Membutuhkan Pendampingan Hukum

Meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari tim pembela, Hotman Paris tetap menyampaikan pesan kepada Febrie Adriansyah agar tidak ragu menggunakan jasa pengacara dalam menghadapi proses hukum.

Hotman menegaskan bahwa setiap orang yang menghadapi perkara pidana memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan hukum.

Ia juga menilai penggunaan jasa pengacara dalam perkara pidana, khususnya kasus korupsi, merupakan hal yang lazim.

“Tidak ada perkara korupsi yang tidak pakai pengacara,” ujarnya.

Hotman menyebut, dalam sejumlah perkara pidana, seorang terdakwa bahkan dapat didampingi oleh lebih dari satu pengacara. Menurutnya, jumlah pengacara yang mendampingi seseorang dalam perkara hukum bergantung pada kebutuhan dan strategi pembelaan.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam perkara dengan ancaman pidana tertentu, terdapat ketentuan hukum yang mengatur mengenai kewajiban pemberian bantuan hukum atau penunjukan penasihat hukum bagi terdakwa yang memenuhi syarat.

Kasus Febrie Jadi Sorotan

Pernyataan Hotman Paris mengenai banyaknya pengacara yang tertarik menangani perkara Febrie Adriansyah semakin menunjukkan besarnya perhatian terhadap kasus tersebut.

Meski telah memilih untuk mundur dengan alasan kesehatan, Hotman tetap memberikan pandangannya mengenai pentingnya pendampingan hukum dalam proses peradilan pidana.

Baca Juga MotoGP 2026 Memanas! Lima Pembalap Terpisah 24 Poin

Sementara itu, perkembangan kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah masih menjadi perhatian publik. Proses hukum yang berjalan nantinya akan menjadi sorotan, terutama terkait langkah-langkah hukum yang ditempuh oleh pihak terkait dan tim pembela.

Bagi Hotman Paris sendiri, keputusan untuk mundur dari perkara tersebut ditegaskan bukan karena faktor lain, melainkan semata-mata mempertimbangkan kondisi kesehatannya setelah menjalani operasi.

Kasus ini pun diperkirakan akan terus menarik perhatian publik dan kalangan hukum, mengingat posisi Febrie Adriansyah serta besarnya sorotan yang mengiringi proses hukum tersebut.