Megadewa88portal,Jakarta – Elon Musk kembali jadi sorotan setelah layanan internet satelit miliknya, Starlink, disebut di gunakan oleh sindikat penipuan di Asia Tenggara. Seorang senator Amerika Serikat, Maggie Hassan, meminta agar layanan ini segera diblokir dari wilayah seperti Kamboja, Myanmar, Laos, dan Thailand. Hal ini menyusul laporan bahwa jaringan kriminal di kawasan tersebut memanfaatkan Starlink untuk menghindari pemblokiran lokal dan menyasar korban di seluruh dunia.

Menurut data yang beredar, Starlink di gunakan di sejumlah lokasi yang di kenal sebagai pusat scam internasional. Banyak dari korban yang berasal dari Amerika dan Eropa, dengan kerugian di taksir mencapai miliaran dolar. Senator Hassan memberi tenggat waktu kepada Musk untuk menjelaskan langkah yang akan di ambil hingga 18 Agustus 2025.

Kekhawatiran Muncul di Asia

Desakan tidak hanya datang dari Amerika. Di Asia sendiri, berbagai pihak mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap keberadaan Starlink. Di Indonesia, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) meminta agar pemerintah menunda pemberian izin permanen untuk produk ini. Mereka khawatir layanan ini akan mengganggu ekosistem penyedia internet lokal jika tidak di awasi secara ketat.

Baca juga : Zuckerberg Luncurkan Superintelligence Labs, Proyek AI Super Cerdas Meta Resmi Dimulai

Sementara itu, di Vietnam dan India, pemerintah juga mulai memperketat regulasi. Vietnam mengizinkan Starlink tanpa perlu bermitra dengan operator lokal, yang memunculkan perdebatan soal kedaulatan data. India bahkan berencana membatasi izin operasi Starlink hanya selama lima tahun dan akan di kaji ulang secara berkala.

Sebagian analis menilai bahwa keamanan digital dan kontrol data menjadi isu utama yang muncul seiring ekspansi Starlink. Meskipun menawarkan akses internet ke wilayah terpencil, tetap di perlukan pengawasan agar tidak di salahgunakan.