Megadewa88 portal,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memberikan amnesti kepada Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, terkait kasus suap yang melibatkan Harun Masiku.

Melalui kewenangan prerogatifnya, Presiden Prabowo memutuskan untuk membebaskan Hasto dari hukuman penjara selama 3,5 tahun yang sebelumnya telah dijatuhkan oleh pengadilan.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa Hasto tercantum dalam daftar 1.116 orang yang memperoleh amnesti berdasarkan surat resmi dari Presiden.

Baca Juga: Hasto Tak Hadir di Kudatuli, Peringatan PDI-P Tahun Ini Dibalut Suasana Muram

“Amnesti diberikan kepada 1.116 orang yang telah divonis, salah satunya adalah saudara Hasto Kristiyanto,” ujar Dasco seperti dilansir oleh Bisnis pada Kamis (31/7).

Pada kesempatan yang sama, DPR juga menyetujui pengajuan abolisi oleh Presiden untuk eks Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong.

Tak lama setelah keputusan tersebut, Dasco mengunggah sebuah foto pertemuan bersama Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan kedua anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

“Menjalin kembali semangat kebangsaan dan persaudaraan,” tulis Dasco dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Pada hari yang sama, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan instruksi kepada seluruh kader partai untuk memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDI-P yang digelar di Denpasar, Bali.

“Dukungan ini bukan berarti tanpa kritik, melainkan bentuk tanggung jawab politik agar jalannya pemerintahan tetap sesuai dengan koridor yang tepat,” ujar Ketua DPP PDI-P, Deddy Yevri Sitorus, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Ribka Tjiptaning: Ada Upaya Jatuhkan PDIP ke 7 Persen di 2029

Deddy menjelaskan bahwa dukungan yang dimaksud mencakup berbagai langkah pemerintah untuk menjaga kestabilan nasional serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain lemahnya kondisi fiskal, turunnya penerimaan negara, kewajiban pembayaran utang luar negeri, serta dinamika geopolitik global yang memengaruhi perekonomian.

Selain itu, Megawati juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan internal partai dan menjaga irama politik agar tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Deddy menuturkan bahwa Megawati mendorong seluruh kader untuk aktif terlibat langsung di tengah masyarakat, agar dapat menyerap dan memahami permasalahan yang benar-benar dihadapi oleh rakyat secara nyata.