Megadewa88 portal,Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT KAI Commuter (KCI), memberikan klarifikasi tegas menyusul spekulasi publik yang berkembang liar di media sosial. Isu ini mencuat setelah viralnya foto sejumlah petugas KRL yang membawa tumbler berlogo kedai kopi ternama, Tuku. Spekulasi tersebut secara keliru menafsirkan bahwa tindakan para petugas KRL tersebut mengindikasikan adanya kelalaian tugas atau bahkan mogok kerja.

PT KAI dengan cepat membantah narasi negatif tersebut. Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh petugas operasional KRL, termasuk masinis, petugas keamanan, dan staf pelayanan, tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka sesuai jadwal operasional yang telah ditetapkan. Tidak ada satu pun indikasi mogok kerja atau kelalaian tugas yang disebabkan oleh isu tumbler tersebut.
“Kami pastikan bahwa seluruh petugas di lapangan masih beroperasi secara normal dan profesional. Informasi yang beredar dan mengaitkan tumbler tersebut dengan isu mogok kerja adalah tidak benar dan tidak berdasar,” ujar perwakilan manajemen KAI dalam keterangan resminya.
Perusahaan menambahkan bahwa fenomena membawa tumbler atau botol minum pribadi oleh petugas merupakan hal yang lumrah dan bahkan dianjurkan sebagai bagian dari upaya menjaga hidrasi dan kesehatan selama bertugas di lapangan. Penggunaan wadah minum pribadi ini juga sejalan dengan kampanye keberlanjutan dan pengurangan sampah plastik. Logo Tuku yang terlihat pada tumbler tersebut hanyalah preferensi pribadi para petugas dan sama sekali tidak merefleksikan adanya intervensi atau permasalahan operasional.
Lebih lanjut, KAI menekankan bahwa aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan secara rutin melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh kru yang bertugas, memastikan bahwa mereka berada dalam kondisi prima dan fokus penuh dalam melayani jutaan pengguna jasa KRL setiap harinya.
Baca Juga:Lelang KPK: Aset Koruptor Rafael Alun dan Novanto Dijual Rp 289 Miliar
Dengan klarifikasi ini, PT KAI berupaya meredam spekulasi yang dapat meresahkan penumpang dan mengganggu citra layanan publik. KAI mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial dan selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi perusahaan untuk mendapatkan informasi yang sahih mengenai operasional KRL.

Tinggalkan Balasan