Megadewa88portal,Jakarta – Pemerintah transisi Madagaskar resmi mencabut kewarganegaraan Presiden Andry Rajoelina setelah ia digulingkan melalui pemakzulan pada 14 Oktober 2025. Keputusan ini diumumkan melalui dekrit resmi yang ditandatangani oleh Perdana Menteri sementara, Herintsalama Rajaonarivelo. Pemerintah menyatakan Rajoelina kehilangan kewarganegaraan Malagasi karena ia sebelumnya memperoleh kewarganegaraan Prancis pada 2014, yang menurut hukum Madagaskar menyebabkan hilangnya kewarganegaraan asli. Langkah ini menegaskan bahwa Rajoelina tidak lagi memiliki hak politik maupun kewarganegaraan di negaranya.

Latar Belakang Pemakzulan dan Dekrit Kewarganegaraan
Pemakzulan Rajoelina di picu oleh serangkaian protes besar sejak 25 September 2025. Yang di awali oleh ketidakpuasan warga terhadap pemadaman listrik dan air yang berkepanjangan serta meningkatnya biaya hidup. Gerakan protes yang di kenal dengan istilah “Gen Z” berkembang menjadi aksi nasional yang menuntut pengunduran diri presiden. Pada 14 Oktober, unit militer elit Madagaskar, CAPSAT. Bergabung dengan protes dan menyerbu Istana Iavoloha, oleh karena itu memaksa Rajoelina melarikan diri dari negara tersebut.
Setelah pemakzulan, pemerintah transisi langsung mengeluarkan dekrit yang mencabut kewarganegaraan Rajoelina. Langkah ini merujuk pada hukum Madagaskar yang menyatakan warga negara yang memperoleh kewarganegaraan asing secara sukarela akan kehilangan status Malagasinya. Rajoelina sempat berargumen bahwa kewarganegaraan Prancis di perolehnya secara otomatis melalui ayahnya, namun Mahkamah Konstitusi Madagaskar tidak mengeluarkan dekrit yang mendukung klaim tersebut. Keputusan ini sekaligus menghalangi Rajoelina kembali ke dunia politik dan mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.
Baca Juga : Serangan ke Kyiv oleh Rusia Sebabkan Delapan Korban Luka
Pemerintah transisi kini fokus menyelenggarakan pemilu dalam 18–24 bulan ke depan sebagai bagian dari transisi menuju pemerintahan sipil. Dekrit pencabutan kewarganegaraan Rajoelina menandai babak baru politik Madagaskar dan menunjukkan keseriusan pemerintah transisi dalam merespons tuntutan rakyat akan perubahan. Langkah ini juga menjadi peringatan bagi tokoh politik lain mengenai konsekuensi hukum bagi mereka yang merangkap kewarganegaraan asing.
Dengan stabilitas politik yang mulai di bangun, Madagaskar berupaya memperbaiki citra internasional dan menyiapkan jalur demokrasi yang lebih sehat bagi masa depan negara.</p>

Tinggalkan Balasan