Megadewa88portal,Jakarta – Aksi demonstrasi antikorupsi di Manila terus membesar dalam beberapa hari terakhir. Ribuan demonstran tumpah ruah di lokasi ikonik seperti Rizal Park (Luneta) dan EDSA / People Power Monument. Mereka menuntut transparansi penuh atas dugaan korupsi dalam proyek pengendalian banjir yang menyedot dana publik dalam jumlah triliunan peso.

Pemerintah menanggapi dengan meningkatkan pengamanan. Polisi Nasional Filipina (PNP) dan militer di tempatkan di berbagai titik strategis dengan status red alert. Meski begitu, mayoritas aksi berlangsung damai dan tertib, mencerminkan tekad publik untuk bersuara tanpa harus menimbulkan kekacauan.

Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas

Dalam aksi ini, beragam kelompok masyarakat ikut serta, mulai dari pelajar, aktivis, hingga tokoh agama. Mereka menyuarakan keprihatinan soal proyek infrastruktur pengendali banjir yang di nilai banyak bermasalah, baik dari segi kualitas, keterlambatan, maupun indikasi fiktif. Para peserta membawa spanduk, poster, dan orasi lantang agar pejabat yang terlibat segera di adili.

PNP sendiri mengerahkan lebih dari 50.000 personel untuk menjaga ketertiban. Menurut laporan aparat, aksi di beberapa titik sempat menimbulkan gesekan kecil, tetapi dapat segera dikendalikan. Koordinasi yang baik antara penyelenggara dan pihak keamanan membuat situasi relatif aman sepanjang demonstrasi.

Di balik sorakan massa, ada harapan besar agar pemerintah benar-benar mengambil langkah nyata. Publik tidak hanya menginginkan janji, melainkan tindakan tegas untuk menuntaskan kasus korupsi dan mengembalikan dana publik yang hilang.

Baca Juga : Prabowo Disambut Diaspora Saat Tiba di New York

Gerakan ini dipandang sebagai momentum penting bagi Filipina. Jika suara rakyat mampu memaksa adanya transparansi dan akuntabilitas, maka kepercayaan publik pada pemerintah bisa dipulihkan. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa masyarakat siap mengawal integritas negara dan menuntut pemimpin yang lebih bersih.