Megadewa88portal,Jakarta – Ketegangan diplomatik antara Cina dan Jepang kembali memanas setelah insiden di udara dekat perairan selatan Okinawa. Jepang melayangkan protes keras kepada Cina. Protes ini terkait tindakan jet tempur Cina yang di duga mengaktifkan radar kunci senjata (fire-control radar) pada pesawat militer Jepang (JASDF F-15). Insiden ini terjadi saat kapal induk Cina, Liaoning, sedang melakukan latihan di Pasifik.
Kunci radar ini dianggap sebagai tindakan yang sangat provokatif. Tindakan tersebut mengindikasikan persiapan untuk menembakkan rudal. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyebut insiden itu sebagai tindakan yang “berbahaya dan sangat disesalkan.” Jepang segera melayangkan protes diplomatik resmi dan menuntut Cina mencegah terulang kembali kejadian serupa.

Namun, Cina menunjukkan sikap yang relatif santai dan menolak keras protes Jepang. Beijing justru melontarkan tuduhan balik. Cina menuduh pesawat Jepang melakukan “pengintaian jarak dekat dan gangguan” terhadap latihan militer mereka yang sah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan bahwa operasi radar mereka adalah hal yang wajar.
Perang Narasi: Beijing Tolak Tuduhan dan Klaim Jepang Memprovokasi
Tiongkok secara resmi menolak keluhan Tokyo. Beijing bahkan mengajukan protes balik ke Jepang, baik di Tokyo maupun di Beijing. Cina mengklaim bahwa insiden tersebut terjadi karena pesawat Jepang memasuki zona pelatihan yang telah diumumkan sebelumnya. Mereka menegaskan bahwa tindakan mereka bertujuan untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Insiden ini terjadi dua kali dalam satu hari. Jet tempur Cina J-15 mengunci radar pada F-15 Jepang secara intermiten. Hal ini, menurut Jepang, adalah indikasi niat jahat. Namun, Cina menolak interpretasi tersebut. Mereka menyebut Jepang sengaja menciptakan narasi palsu untuk meningkatkan ketegangan regional.
Baca Juga : Konflik Terulang, PM Kamboja Siap Bicara dengan Thailand
Peristiwa ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan. Takaichi sebelumnya menyiratkan Jepang dapat terlibat jika terjadi serangan terhadap Taiwan. Komentar tersebut memicu kemarahan Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai urusan domestik mereka. Kejadian kunci radar ini menandai titik terendah baru dalam hubungan militer kedua negara di kawasan.

Tinggalkan Balasan