Megadewa88portal.comBank Indonesia menyediakan layanan penukaran uang rupiah rusak tanpa biaya untuk membantu masyarakat menjaga nilai uang yang sudah tidak layak edar.

Layanan ini berlaku untuk uang yang rusak karena bencana, faktor usia, atau kondisi fisik lain yang menurunkan kualitasnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal menangani salah satu kasus penukaran uang dalam jumlah besar milik warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Warga tersebut membawa uang rusak akibat banjir rob dengan total sekitar Rp1,54 miliar. Petugas Bank Indonesia memeriksa uang tersebut secara menyeluruh dan menyatakan sekitar Rp1,51 miliar memenuhi syarat. Bank Indonesia kemudian mengganti jumlah tersebut dengan uang rupiah layak edar pada hari yang sama.

Syarat Penukaran Uang Rusak

Bank Indonesia menetapkan beberapa syarat agar uang rusak dapat ditukar. Petugas hanya menerima uang yang memenuhi ketentuan berikut:

  • Uang harus merupakan rupiah asli yang Bank Indonesia terbitkan secara resmi.
  • Petugas menerima uang yang masih memiliki sisa fisik lebih dari dua pertiga dari ukuran asli.
  • Petugas tetap dapat mengenali ciri keaslian uang seperti tanda air dan elemen keamanan lainnya.
  • Uang harus berasal dari satu lembar utuh atau dapat dibuktikan sebagai satu kesatuan yang sama.

Ketentuan tersebut membantu Bank Indonesia memastikan keaslian uang dan mencegah penyalahgunaan dalam proses penukaran.

Baca Juga: Manajer Investasi Mulai Bidik Bisnis DPLK, Peluang Besar Masih Terbentur Persyaratan dan Infrastruktur

Cara Penukaran Melalui Aplikasi PINTAR

Bank Indonesia mengelola layanan penukaran uang rusak melalui sistem daring bernama PINTAR.
Sistem ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran sebelum datang ke kantor layanan.

  1. Masyarakat mengakses laman resmi https://pintar.bi.go.id.
  2. Pengguna memilih kantor Bank Indonesia, lalu menentukan tanggal dan jam layanan yang tersedia.
  3. Sistem akan mengeluarkan bukti pemesanan yang harus dibawa saat datang ke lokasi.
  4. Pengguna menyusun uang berdasarkan pecahan dan tahun emisi agar proses pemeriksaan berjalan cepat.
  5. Petugas memeriksa keaslian dan kondisi uang sebelum menyetujui penggantian.

Jadwal Layanan dan Sistem Pelayanan

Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang rusak setiap hari Selasa dan Kamis melalui sistem pemesanan terlebih dahulu.
Sistem ini membantu mengurangi antrean dan mempercepat proses pelayanan di kantor perwakilan.

Setelah proses pemeriksaan selesai, Bank Indonesia langsung mengganti uang yang memenuhi syarat dengan uang rupiah layak edar.
Seluruh proses berlangsung transparan tanpa biaya tambahan kepada masyarakat.

Transformasi Layanan Digital

Bank Indonesia mengembangkan sistem PINTAR sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital.
Sistem ini meningkatkan efisiensi pendaftaran, mengurangi antrean, dan mempercepat proses layanan penukaran uang.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat menukarkan uang rusak dengan lebih mudah, cepat, dan aman.
Bank Indonesia terus memperkuat kualitas layanan sekaligus menjaga kelancaran peredaran uang rupiah di seluruh Indonesia.