MEGADEWA88 PORTAL, Jakarta – Virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang belakangan ini merebak di Tiongkok, dilaporkan telah terdeteksi juga di Indonesia. Seluruh kasus yang ditemukan sejauh ini melibatkan anak-anak. Menanggapi temuan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan agar masyarakat tidak panik karena HMPV bukanlah jenis virus baru dan telah lama dikenal dalam dunia medis.

Benarkah HMPV Tidak Bisa Diobati? Kenali Gejala dan cara Pencegahannya -  DKlik News

“HMPV bukan hal baru, virus ini sudah ditemukan sejak lama di Indonesia. Ketika saya lihat data dari beberapa laboratorium, memang ada beberapa anak yang positif HMPV,” ujar Menkes saat ditemui di Jakarta, Senin (6/1).

Baca Juga: Varian Covid “Stratus” Muncul, Suara Serak Jadi Gejala Paling Umum

Menkes menyampaikan bahwa HMPV tidak sama dengan virus Corona. Jika COVID-19 tergolong virus baru dan sempat menyebabkan pandemi, HMPV telah dikenal sejak 2001 dan memiliki karakteristik yang mirip dengan flu musiman. Sistem kekebalan tubuh manusia pun sudah terbiasa mengenali dan menghadapinya.

“Kalau COVID-19 baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV ini virus lama yang sudah menyebar global sejak tahun 2001. Dan sejauh ini, tidak ada dampak luar biasa yang ditimbulkan,” jelasnya.

Terkait laporan peningkatan kasus HMPV di Tiongkok, Menkes menegaskan bahwa informasi itu tidak akurat. Pemerintah Tiongkok bersama WHO telah mengklarifikasi bahwa lonjakan kasus di sana lebih disebabkan oleh virus flu musiman seperti H1N1, bukan HMPV.

“Saya sudah pelajari datanya, peningkatan kasus di China disebabkan oleh virus H1N1, bukan HMPV. HMPV hanya menempati peringkat ketiga dari sisi prevalensi di sana, jadi tidak benar kalau disebut sebagai penyebab utama lonjakan kasus,” jelas Menkes.

Baca Juga: Mpox vs Covid-19: Inilah 5 Perbedaan Utamanya

Lebih lanjut, Menkes menekankan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Gejala umumnya mirip dengan influenza biasa, seperti batuk, demam ringan, pilek, atau sesak napas. Sebagian besar penderita akan sembuh tanpa penanganan khusus.

Penularan HMPV juga serupa dengan virus flu lainnya, yakni melalui droplet atau percikan air liur dari orang yang terinfeksi. Meski tergolong ringan, orang-orang dalam kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, atau mereka yang memiliki penyakit penyerta tetap harus berhati-hati.

Oleh karena itu, Menkes mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan melalui gaya hidup bersih dan sehat. Menjaga kebersihan tangan, mengenakan masker saat sakit, istirahat cukup, serta segera memeriksakan diri bila ada gejala, menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus ini.

“Yang penting tetap tenang dan waspada. Terapkan protokol kesehatan dasar seperti cuci tangan, pakai masker saat batuk atau pilek, dan jaga jarak bila sakit. Sama seperti saat kita menghadapi COVID-19 dulu, cara ini terbukti efektif,” pungkas Menkes.