Megadewa88,Jakarta – Saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menetapkan Mpox sebagai darurat kesehatan global dalam kurun waktu dua tahun terakhir, banyak orang di berbagai belahan dunia bertanya-tanya: apakah Mpox merupakan varian baru dari Covid-19
Para ilmuwan serta ahli kesehatan mengakui bahwa kekhawatiran ini bisa dimengerti, namun mereka menegaskan bahwa jawabannya adalah tidak.
“Mpox bukan merupakan varian baru dari Covid-19. Tingkat risikonya terhadap masyarakat umum tergolong rendah,” ujar Dr. Hans Kluge, Direktur Regional WHO untuk kawasan Eropa.
Baca Juga: Wabah Flu Burung di Kamboja: Menilai Potensi Pandemi
Baca Juga: Tips Aman Minuman Beralkohol dan Aturan Konsumsi Harian nya
“Kami sudah memahami cara pengendalian virus. Di wilayah Eropa, kami memiliki strategi yang terbukti efektif untuk menghentikan penyebarannya secara kolektif,” tambahnya.

Kedua penyakit ini disebabkan oleh virus, namun gejalanya sangat berbeda dan cara penyebarannya juga berbeda.
Perbedaan antara keduanya jauh lebih menonjol dibandingkan kesamaannya,” ujar Prof. Rodney Adam, pakar penyakit infeksi di Rumah Sakit Universitas Aga Khan, Kenya.
Berikut ini lima poin utama yang membedakannya.
Mpox bukanlah virus baru
Mpox—sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet—pertama kali diidentifikasi pada tahun 1958 setelah virusnya ditemukan pada sekelompok monyet di Denmark.
Kasus pertama yang menjangkiti manusia tercatat di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Sejak saat itu, penyakit ini beberapa kali mewabah di wilayah Afrika Barat dan Tengah.
Status darurat kesehatan global pertama kali diberikan pada tahun 2022, dan sejak itu mpox telah menyebar ke lebih dari 70 negara di seluruh dunia.
Di sisi lain, Covid-19 muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019. Penyakit ini berkembang pesat menjadi pandemi global dan disebabkan oleh virus corona jenis baru, yaitu SARS-CoV-2, yang sebelumnya belum pernah terdeteksi pada manusia.
Menurut para ahli, informasi yang kita miliki saat ini tentang mpox jauh lebih banyak dibandingkan pengetahuan awal kita mengenai Covid-19 saat pertama kali muncul sebagai ancaman kesehatan global.

Tingkat Penularan Mpox Tidak Setinggi Covid-19
Meskipun keduanya merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui kontak dekat, Covid-19 memiliki tingkat penularan yang jauh lebih tinggi karena penyebarannya terjadi lewat udara.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seseorang bisa tertular Covid-19 hanya dengan menghirup droplet mikroskopis yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bahkan hanya bernapas di dekat orang lain.
Baca Juga: Rabies di Timor-Leste: Ancaman Senyap Kesehatan Masyarakat
Baca Juga: Kombinasi Terbaik Probiotik dan Madu Ampuh Atasi Diare
Sementara itu, penularan mpox memerlukan kontak yang lebih intens dan lama, seperti melalui sentuhan langsung kulit dengan kulit penderita—termasuk dalam aktivitas seksual—ataupun kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi seperti sprei atau pakaian. Interaksi tatap muka dalam waktu yang cukup lama juga bisa menjadi jalur penularan.
Gejala umum Covid-19 biasanya meliputi demam, menggigil, dan nyeri tenggorokan. Sementara itu, Mpox ditandai dengan munculnya ruam yang berlangsung lama, demam, sakit kepala, nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Berdasarkan data WHO, lebih dari 760 juta kasus Covid-19 dilaporkan secara global dari Desember 2019 hingga Agustus 2023. Sebaliknya, sejak pertama kali muncul pada Mei 2022, butuh waktu dua tahun bagi jumlah kasus Mpox untuk mencapai angka 100.000 secara global.
Pada tahun 2024, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mencatat sebanyak 18.910 kasus Mpox dengan hampir 600 kematian.
Vaksin untuk Mpox kini sudah ada
Saat pandemi Covid-19 dimulai, dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin, namun vaksin yang mampu melindungi dari virus saat ini sudah tersedia.
Mpox termasuk dalam kelompok penyakit yang berhubungan dengan cacar, yang telah berhasil diberantas secara global lewat vaksinasi pada tahun 1980. Vaksin yang digunakan untuk melawan cacar tersebut juga efektif memberikan perlindungan terhadap Mpox, terutama selama wabah pada tahun 2022.

1 Komentar