Megadewa88 portal,jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik komitmen pemerintah yang memastikan tidak akan ada penerapan pajak baru atau kenaikan tarif pajak yang sudah ada pada tahun 2026. Sikap ini dinilai sebagai langkah strategis yang vital untuk menjaga stabilitas iklim investasi dan keberlangsungan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan.

Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menekankan bahwa kepastian kebijakan fiskal merupakan salah satu faktor krusial bagi dunia usaha untuk merencanakan strategi jangka panjang. Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan bahwa fokus pemerintah pada optimalisasi pemungutan pajak melalui perbaikan mekanisme kepatuhan dan pertukaran data, seperti melalui sistem Coretax, adalah pendekatan yang lebih tepat. Langkah ini dianggap lebih efektif daripada menambah beban baru bagi dunia usaha dan masyarakat.
Apindo juga mendorong agar komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan atau menambah pajak baru ini juga mencakup kebijakan cukai, mengingat pos tersebut merupakan bagian integral dari penerimaan perpajakan. Organisasi pengusaha ini juga melihat perlunya dukungan komprehensif bagi sektor padat karya. Oleh karena itu, Apindo mengusulkan sejumlah insentif, seperti percepatan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), skema diskon listrik, dan penurunan harga gas industri. Usulan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan usaha, menjaga likuiditas, dan menstabilkan lapangan kerja.
Selain itu, Apindo juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan insentif untuk menjaga daya beli masyarakat, seperti pada sektor perumahan dan hilirisasi. Dengan kebijakan yang konsisten, aplikatif, dan implementasi yang efektif, Apindo meyakini bahwa target penerimaan negara dapat tercapai tanpa mengorbankan daya saing atau keberlanjutan sektor usaha. Secara keseluruhan, pernyataan Apindo ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif dan berkelanjutan di masa depan.

1 Komentar