Megadewa88 portal,JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa total saldo pembiayaan (outstanding) dari industri pinjaman online berbasis fintech peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia telah mencapai Rp83,52 triliun per Juni 2025.

Hal ini disampaikan oleh Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Lainnya (PMVL) OJK, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada Senin (4/8).
Baca Juga: PPATK Tegaskan Tidak Ada Rush Money, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
“Outstanding pembiayaan dari industri P2P lending per Juni 2025 tumbuh sebesar 25,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelas Agusman.
Pertumbuhan ini mencerminkan Pinjaman Online peningkatan signifikan dalam pemanfaatan layanan pinjaman daring, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Sebagian besar dana tersalurkan untuk kebutuhan konsumtif seperti pendidikan, kesehatan, dan biaya hidup, meski sebagian kecil juga digunakan untuk modal usaha mikro.
Baca Juga: BPK Soroti Masalah Keuangan Daerah dalam Laporan IHPS II 2023
OJK juga menyoroti tingginya risiko kredit macet pada sektor ini. Rasio TWP90 (tingkat wanprestasi di atas 90 hari) pada bulan yang sama tercatat berada pada angka yang mengkhawatirkan di beberapa platform.
OJK terus mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan layanan pinjol dan hanya meminjam dari penyelenggara yang terdaftar dan berizin resmi. Di sisi lain, OJK juga akan meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggara P2P lending agar perlindungan konsumen tetap terjaga

4 Komentar